MAGELANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Magelang akan melakukan pembinaan pada para kepala sekolah. Ini dilakukan terkait adanya pencabulan yang dilakukan guru agama pada beberapa muridnya.
Rencananya, Disdik akan mengumpulkan seluruh kepala sekolah, mulai TK, SD, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, baik negeri maupun swasta di Aula Disdik Kota Magelang. Pembinaan untuk mengantisipasi kejadian serupa agar tidak terulang lagi.
“Kami kumpulkan semua kepala sekolah. Intinya, pembinaan ini sebagai salah satu langkah untuk mengantisipasi permasalahan kemarin (pencabulan), agar tidak terulang lagi,” kata Kepala Disdik Jarwadi kemarin (1/11).
Menurut Jarwadi, kasus pelecehan seksual dengan korban anak-anak SD Negeri di Kecamatan Magelang Tengah ini mencoreng nama Kota Magelang yang baru mendapat predikat Kota Layak Anak 2015.Ia prihatin dan berjanji terus memberi pembinaan pada kepala sekolah dan guru.
Jarwadi menegaskan, fungsi pengawasan kepala sekolah dan para guru harus ditegakkan lagi. Jadi, tidak hanya pengawasan terhadap anak didik. Tetapi juga pada sesama guru. Harapannya, para guru mengetahui, jika ada permasalahan yang terjadi pada anak didik, sehingga bisa diantisipasi sedini mungkin.
“Sudah berulang kali kami ingatkan. Kalau anak-anak tengah beristirahat, guru-guru jangan bergerombol di kantin atau di kantor, tetapi ikutlah membaur dengan mereka. Selama di lingkungan sekolah, guru harus tahu ke mana anak-anak pergi,” tuturnya.
Demikian halnya dengan sesama guru, lanjut Jarwadi, kepala sekolah tidak perlu segan mengingatkan guru yang bertingkah tidak wajar pada murid atau sesama guru. Sebab, guru merupakan sosok yang jadi panutan bagi anak didik mereka.
Untuk mengoptimalkan fungsi pengawasan tersebut, Jarwadi akan mengembangkan seksi perlindungan anak melalui organisasi intra sekolah (OSIS) yang ada di tingkat SMP-SMA. Sedangkan di tingkat SD, akan dioptimalkan melalui satuan kubus.
“Seluruh anggota seksi perlindungan anak ini adalah para siswa sendiri. Jika ada siswa yang memiliki masalah, mereka tidak segan menceritakan. Sebab tidak semua siswa berani melapor ke guru masing-masing,” paparnya.
Menurutnya, Kementerian Agama (Kemenag) juga memilik peran memaksimalkan pengawasan pada para guru agama. Seluruh guru agama di Kota Magelang di bawah naungan lembaga tersebut.
Terkait pendampingan hukum pada tersangka pencabulan, Jarwadi menyerahkan pada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai organisasi profesi yang menaunginya. Disdik dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Magelang hanya berwenang memberikan sanksi administratif terhadap tersangka sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
“Kami tetap mengedepankan praduga tak bersalah. Kami juga sudah berkoordinasi dengan BKD. Tersangka sementara ini diskorsing untuk mempermudah proses penyidikan pihak berwajib,” jelasnya.(dem/hes/ong)