DWI AGUS/RADAR JOGJA
AKTIVITAS TINGGI: Shania Sree Maharani tak ragu mengasah bakatnya, dia tak segan untuk mengikuti sejumlah kursus untuk mengasah bakat yang dimiliki.
Terus menggali bakat, jawaban singkat namun mantap itu yang terlontar dari bibir Shania Sree Maharani. Perempuan dengan segudang kemampuan ini tak segan untuk menggali bakatnya. Mulai dari modeling hingga mendalami tari tradisonal.
SEJAK kecil Shania, sapaannya, memang tertarik dan jatuh cinta pada teater. Namun diusianya yang sudah genap tujuh belas tahun, Shania tidak hanya terus menggali bakat di dunia seni pertunjukan, tapi juga modeling, vocal, dan menari tradisional. Saat ini Shania mengikuti les tari Bali dan vokal.
Sempat mengicipi babak kualifikasi Putri Indonesia 2015 dan terpilih jadi tiga besar yang mewakili DIJ ke Jakarta, di ajang pemilihan putri berbakat itulah Shania menunjukkan bakat teaternya. Meski dari kriteria usia, belum bisa meloloskannya masuk ke babak selanjutnya.
“Waktu itu usiaku belum cukup, karena baru tujuh belas tahun, padahal minimal usia Putri Indonesia delapan belas tahun,” ujarnya yang berencana untuk ikut seleksi lagi di tahun 2019.
Semangat untuk mengikuti seleksi di ajang tersebut, Shania benar-benar memanfaatkan waktu empat tahun ke depan untuk mengasah bakat. Disamping menyiapkan diri untuk ujian kelulusan dan masuk ke perguruan tinggi ditahun terakhirnya di bangku sekolah menengah atas ini.
Keputusannya mengambil home schooling juga tak terlepas dengan aktivitas modeling yang sejak setahun ini ditekuni. “Seminggu bisa dua sampai tiga kali ada job modeling, jadi tak mau ketinggalan pelajaran, makanya aku ambil home schooling,” ujar perempuan kelahiran Lampung, 11 Maret 1998 ini.
Shania mengungkapkan, dalam menekuni dunia modeling juga tanpa sengaja. Awalnnya, anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Mehganathan dan Nourmalasari ini sama sekali tidak kepikiran untuk menjadi seorang model. Dengan tinggi badan 176 cm dan berat badan 53 kg, Shania memang memiliki tubuh proporsional sebagai seorang model.
Banyak orang yang mengira dirinya adalah model. Hal itu memberinya tantangan tersendiri untuk terjun dan mencoba menjadi model. “Kalau jalan di mal ada saja orang yang tanya, ada agensi juga yang tanya apa aku ini model. Apa iya aku bisa, akhirnya aku coba, eh, justru keterusan sampai sekarang,” paparnya yang selalu menyimpan hasil fee model di rekening khusus tabungan.
Kini, selain mempersiapkan untuk ikut ajang Putri Indonesia, Shania juga mengambil les bahasa Prancis. Hal itu dilakukan untuk persiapan ujian masuk Universitas Renes di Prancis yang jadi cita-citanya. (dya/ila/ong)