Hendri Utomo/Radar Jogja
CEGAH PENULARAN: Petugas kesehatan hewan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Dusun Sukoponco, Sukoreno, Sentolo, Kulonprogo, kemarin (2/11).





 
KULONPROGO – Petugas kesehatan hewan dari Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Diskepenak) Kulonprogo melakukan penyemprotan di Dusun Sukoponco, Sukoreno, Sentolo, kemarin (2/11). Ini menyusul matinya ratusan ayam dan beberapa jenis unggas milik warga dalam beberapa pekan terakhir.
Penyemprotan disinfektan untuk mensterilkan kandang ini dimulai dari RT 10 Dusun Sukoponco. Karena waktu yang tidak cukup, dinas juga memberikan disinfektan kepada warga untuk bisa melanjutkan proses menyemprot kandang masing-masing.
“Hari ini penyemprotan masal dengan peralatan khusus yang kami bawa beserta obatnya. Power sprayer bertenaga baterei cukup, kami juga sediakan vaksin gratis,” terang Kepala Diskepenak Kulonprogo Sudarna di sela penyemprotan.
Sudarna menjelaskan, setelah mengumpulkan informasi terkait matinya ratusan ayam milik warga, pihaknya juga telah melakukan uji laboratorium. Berdasarkan hasil rapid test menunjukkan kematian ayam itu negatif avian influenza (AI) atau bukan karena virus flu burung.
“Diduga karena virus ND (Newcastle Desease). Kecenderungannya ini karena ND, sehingga tindakan selanjutnya kami lakukan penyemprotan masal pada kandang milik warga,” jelasnya.
Ia meminta warga memperhatikan kebersihan kandang serta tidak boleh memakan daging ayam yang mati maupun sakit. Setelah dilakukan penyemprotan, Selasa (3/11) ini dinas akan melakukan public awareness di Posyandu.
“Hal itu untuk memberi arahan bagaimana beternak unggas yang baik dan bagaimana menyikapi jika ada unggas yang sakit atau mati,” imbuhnya.
Dukuh Sukoponco Wiyana berharap, penyemprotan masal yang dilakukan dapat mencegah penyebaran penyakit. “Kalau melihat tanda-tandanya memang sepertinya bukan flu burung. Tapi masyarakat harus tetap waspada dan segera mencegah penyebaran virus ini,” harapnya.
Sunarti, 50, warga Sukoponco mengucapkan berterimakasih sudah diperhatikan dengan langkah penyemprotan masal. Ayam milik keluarganya lebih dari 60 ekor mati. “Sekarang tinggal sisa dua atau tiga ekor saja,” ucapnya. (tom/laz/ong)