BAHANA/RADAR JOGJA
BUKA SUARA : Satrio Aji, Ridwan Awaludin, dan Monieaga Bagus Suwardi saat diskusi Kupas Tuntas Kasus Sepak Bola Gajah, yang di Hotel Merapi Merbabu, (29/7).
SLEMAN – Setelah Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman baru terhadap aktor sepak bola gajah, pemain yang tengah menjalani sanksi meminta revisi atas hukuman yang telah dijatuhkan. Sebab, mereka hanya korban dari pihak manajemen untuk melakukan gol bunuh diri tersebut.
Empat yang terang-terangan bukaa-bukan terhadap aksi sepakbola gajah seperti Satrio Aji, Ridwan Awaluddin, Monieaga Bagus, dan Hermawan Putra Jati meminta kepada Komdis untuk meninjau kembali hukuman yang diberikan.”Komdis setidaknya juga merivisi atau membatalkan hukuman yang dialami para korban. Kami hanya menjalankan instruksi,” ujr Satrio Aji.
Seperti diketahui setelah keberanian para pemain mengungkapkan adanya aktor intelektual dibalik sepak bola gajah saat PSS bersua dengan PSIS Semarang pada babak delapan besar Divisi Utama musim 2014 lalu yakni Supardjiono, Komdis PSSI yang diketuai Ahmad Yulianto pun akhirnya kembali membuka kasus tersebut. Hingga akhirnya keluar hukuman seumur hidup bagi Supardjiono.
Pasca keluarnya sanksi baru, Satrio terkejut dengan pernyataan dari Ketua Komdis Ahmad Yulianto. Dimana Ahmad Yulianto menyatakan hukuman bagi pelatih dan ofisial PSS serta PSIS tetap berlaku karena tindakan mereka dianggap mencenderai “Kami sudah berkata sejujur-jujurnya. Dari keterbukan kami seharusnya bisa menjadi pertimbangan bagi PSSI. Termasuk meninjau kembali hukuman bagi kami,” jelasnya. (bhn/din/ong)