MAGELANG – Ketua Komisi A DPRD Kota Magelang Ad Chandra Pamungkas menegaskan, sengketa antara kelompok massa dari Kampung Paten Jurang dan Karanggading tidak terkait dengan proses Pilwakot Magelang 2015. Ia menambahkan, sengketa tersebut dikarenakan kesalahpahaman personal yang berimbas pada persoalan kelompok. Saat ini, proses perdamaian sudah berjalan.
“Itu tidak ada kaitannya dengan Pilwakot. Murni kesalahpahaman yang melibatkan pihak Paten Jurang dan Karanggading. Saat ini sudah tahap perdamaian,” tegas Adi Chandra kemarin (2/11).
Sementara itu, Kasubag Humas Polres Magelang Kota AKP Esti Wardiani menambahkan, pihaknya berusaha meredam dan mencari solusi, agar tidak terjadi keributan kembali antar dua kampung bertetangga tersebut. Hari Jumat dini hari (30/10) di Mapolres Magelang Kota dilakukan pertemuan dan dihadiri kedua tokoh masyarakat dari Kampung Paten Jurang dan Karanggading. Selain itu, juga dihadirkan Andi Purwoko alias Andi Andong, 37, warga Paten Jurang RT 06/RW 17, Kelurahan Rejowinangun Utara, Magelang Tengah dan Dwi Andi Yanto alias Andi Liong, 35, warga Karanggading RT 1/RW 2, Kelurahan Rejowinagun Selatan, Magelang Selatan.
“Kejadian perkelahian pada 27 Oktober lalu, kurang lebih pukul 02.00 di Metro Square Mertoyudan yang menimbulkan perkelahian antarkampung telah diselesaikan. Pihak satu dan dua sepakat menyelesaikan perkara secara musyawarah dan kekeluargaan. Kemudian, pihak satu dan dua sanggup berjanji tidak mengulangi lagi perbuatan dan akan menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan masing-masing. Jika di kemudian hari mengulangi perbuatannya, mereka bersedia di proses secara hukum,” papar Esti Wardiani.
Dijelaskan, atas kejadian tersebut mengakibatkan kerugian materiil Rp 14,5 juta dan diselesaikan secara bergotong-royong.
“Untuk Andi Liong dan Andi Andong masing-masing sanggup memberi uang sebesar Rp 5 juta,” kata Esti.(dem/hes/ong)