SETIAKY A.KUSUMA/Radar Jogja
SLEMAN – Jambore Daerah (Jamda) Gerakan Pramuka DIJ 2015, resmi dimulai, Selasa (3/11) kemarin. Kegiatan yang berlansung lima hari di Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna, Babarsari, Sleman itu dibuka secara simbolis oleh Asisten Pembangunan dan Kesra Setda DIJ Sulistyo mewakili Gubernur DIJ sebagai Majelis Pembimbing Daerah (Mabida).
Dalam sambutannya, Sulistyo mengatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya membentuk karakter remaja yang berkepribadian luhur. Menjaga NKRI, mengamalkan Pancasila dan melestarikan lingkungan hidup.
“Pramuka adalah sistem pendidikan nonformal yang bermanfaat membentuk watak kepribadian nasional. Perannya semakin kuat di era modernisasi dengan kemajuan iptek di segala bidang,” katanya.
Sulistyo menambahkan, harus disadari, di tengah globalisasi, faktor manusia bisa jadi penentu utama. Bangsa yang disegani dibangun oleh manusianya, karena itu, dimulai generasi muda yang berwatak kuat. Tidak hanya cerdas, tapi tangguh kepribadian, akhlak, dan akal budinya. “Diharapkan dari kegiatan ini dapat mendidik menjadi pramuka yang terampil dan gembira,” imbuhnya.
Sementara itu, Sumarsih Madya mewakili Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIJ menyampaikan, kegiatan jambore dimulai sejak Selasa (3/11) kemarin, dan akan berakhir Sabtu (7/11) lusa.
“Selama kegiatan ini, kalian akan mendapat pengetahuan, keterampilan dan pengalaman luas. Ikutilah dengan tertib, dan kalian akan mendapat pengalaman yang tidak diperoleh teman kalian di gugus depan,” pesannya dalam pembukaan.
Disebutkan, peserta Jamda 2015 adalah Pramuka Penggalang berusia 11 sampai dengan 15 tahun. Kontingen cabang berjumlah 2.883 anak (orang) yang terbagi dalam 342 regu. “Terbagi 171 putra dan 171 putri,” terangnya.
Kegiatan dibuka secara simbolis dengan pemukulan kentong oleh perwakilan Mabida dan dilanjutkan dengan pertunjukkan tari dari peserta Jamda 2015. (riz/jko/ong)