Rizal SN/Radar Jogja
MENYENANGKAN: Peserta antusias mengikuti pelatihan menyablon di Jamda 2015 Pramuka, kemarin (4/11).

SLEMAN – Pada hari kedua pelaksanaan Jambore Daerah Gerakan Pramuka DIJ 2015, para peserta diajari keterampilan. Mereka diajari menyablon, mengolah sampah, membuat roket air dan lain-lain.
Dari kegiatan tersebut, salah seorang peserta, Adel terlihat antusias mengoleskan tinta sablon dengan rakel yang berwarna biru itu. Ia meratakan semua tinta hingga menutup semua bagian cetakan. Setelah semua merata dan hasilnya diperlihatkan, senyuman terkembang dari bibirnya. Hasilnya bagus.
Adel dari Ranting Sleman dan puluhan pramuka penggalang memang mengikuti sesi kewirausahaan, yaitu menyablon. Kegiatan itu merupakan bagian dari Jamda Gerakan Pramuka DIJ 2015 di kompleks Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna, Babarsari, Sleman 3-7 November 2015.
Selain sablon, juga diberikan banyak pengetahuan lainnya. Seperti pelatihan penjernihan air, pembuatan roket air, pengolahan sampah, dan pembuatan antena televisi.
Ketua Bidang Kegiatan dan Sarana Pendukung Meiyun Wihadiyati mengatakan, beberapa kegiatan yang dilaksanakan tersebut bertujuan mengenalkan kepada Pramuka Penggalang peserta Jamda pada beberapa keterampilan yang ada. Sehingga, selain menambah pengetahuan, juga sebagai bekal pengalaman.
“Juga mengenalkan jiwa wirausaha sejak dini. Karena beberapa di antaranya bisa dijadikan modal usaha. Seperti pembuatan sablon, pengolahan daur ulang sampah dan pembuatan antena,” katanya kepada Radar Jogja, kemarin (4/11).
Setelah beberapa teori dari Kak Joko Cahyono dan Kak Andri Kusworo, peserta berebut praktik menyablon. Satu per satu, mereka mencoba mencetak tulisan di dalam selembar kain yang disediakan panitia.
“Asyik bisa diajari sablon sama kakak-kakak. Jadi pingin mencoba lagi kapan-kapan. Ini buat tulisan Jambore Daerah 2015,” kata Adel.
Joko Cahyono mengatakan, pembuatan sablon cukup mudah. Bahkan anak-anak Pramuka Penggalang juga dapat melakukannya. Hanya perlu keseriusan dan banyak latihan, maka hasilnya akan bagus. “Tidak sulit, alat dan bahan-bahannya juga banyak dijual di pasaran. Bisa jadi bekal mereka kalau nanti ingin berwirausaha,” terangnya. (riz/jko/ong)