BANTUL – Tampaknya perilaku tertib berlalu lintas di DIJ, khususnya di Bantul, belum menjadi budaya di masyarakat. Buktinya, masih banyak terjadi pelanggaran lalu lintas. Bentuk pelanggaran, mulai dari tidak lengkapnya surat-surat kendaraan, hingga tak menggunakan helm bagi pengendara roda dua, maupun sabuk pengaman untuk pengemudi mobil.
Hal ini terlihat di Bantul. Untuk kali pertama, Pengadilan Negeri (PN) Bantul menggelar sidang tilang lalu lintas dengan jumlah berkas pelanggaran yang fantastis. Jumlahnya tak tanggung-tanggung, mencapai 1.912 berkas. Saking banyaknya, proses persidangan digelar selama satu hari kemarin (4/11).
Humas PN Bantul Supandrio mengatakan, dibandingkan bulan-bulan sebelumnya berkas perkara pelanggaran yang disidang kali ini paling banyak. Pada Oktober lalu misalnya, PN Bantul terbanyak hanya menyidangkan sekitar seribu berkas pelanggaran.
“Sebelum Oktober paling hanya ratusan,” terang Supandrio.
Supandrio menjelaskan, banyaknya berkas yang disidangkan karena Polres Bantul tengah menggelar Operasi Zebra 2015. Selain itu, selama dua pekan terakhir PN Bantul tidak menggelar sidang pelanggaran lalu lintas. Sehingga ada penumpukan berkas pelanggaran.
“Karena polres tidak melimpahkan berkas kepada kami,” ujarnya.
Tidak hanya pengendara roda dua, pemilik kendaraan roda empat juga banyak yang mengikuti sidang ini. Supandrio mengaku tidak mengetahui secara pasti jenis pelanggaran yang disidangkan. Hanya saja, berdasar pengalaman-pengalaman sebelumnya jenis pelanggaran bervariatif. Yakni mulai tidak memiliki SIM, tidak menggunakan helm, hingga tidak membawa STNK.
Meskipun menyidangkan banyak berkas perkara, PN Bantul kemarin tetap menerapkan sidang tilang di satu ruangan. Yakni, di ruang utama yang memiliki ruangan paling luas. Menurutnya, PN Bantul pernah menerapkan sidang pelanggaran lalu lintas dengan dua ruangan berbeda. Tetapi, praktiknya justru tidak sedikit pengendara yang kebingungan sehingga salah memasuki ruang persidangan. “Sudah kami buat sistem ganjil genap. Tapi tetap ada kendala,” ungkapnya.
Karena itu, kemarin PN Bantul menerapkan kembali sidang di satu ruangan meskipun jumlah berkas yang disidangkan cukup fantastis. Tetapi, sidang dimulai sejak pagi sekitar pukul 08.30. “Selesai sekitar pukul 14.00 WIB,” terangnya. (zam/din/ila/ong)