JOGJA – Pemprov DIJ sudah mengajukan permintaan pembangunan jalur jalan lintas selatan (JJLS) sepanjang 10 kilometer (km) ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Harapannya, tahun depan sudah bisa dimulai pembangunan JJLS untuk jalan yang berada di wilayah Kulonprogo dan Bantul tersebut.
“Sudah sejak awal Oktober lalu, melalui surat Sekprov diusulkan pembangunan fisik ke Kementerian PU, sepanjang 10 kilometer,” ujar Kepala Seksi Perencanaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIJ Bambang Sugaib, kemarin (4/11).
Dijelaskan, ruas jalan yang diusulkan tersebut sepanjang 3,8 kilometer di Galur, Kulonprogo dan 6,2 kilometer di desa Tirtohargo serta Parangtritis, Kretek, Bantul.
Gaib, sapaannya, menuturkan di kedua wilayah tersebut, proses pembebasan lahan sudah diselesaikan menggunakan Dana Keistimewaan (Danais). Menurutnya, Pemprov DIJ hanya berkewajiban untuk melakukan proses pembebasan lahan. Sedang untuk pembangunan fisik dikerjakan oleh Kementrian PU dan Perumahan Rakyat. “Kesiapan lahan didukung surat dari Sekprov tersebut, semoga disetujui dan tahun depan sudah bisa dikerjakan,” ujarnya.
Gaib menjelaskan, di wilayah Kulonprogo yang akan dilalui JJLS nantinya sepanjang 23,15 kilometer. Namun saat ini pembebasan lahan baru di wilayah Galur. Sedangkan jalan sepanjang 3,8 kilometer tersebut melewati empat desa, yaitu Karangsewu, Nomporejo, Kranggan, serta Banaran.
Sedangkan yang berada di wilayah Bantul, sudah membebaskan lahan sepanjang 10 kilometer dari 16,28 kilometer JJLS yang melalui Bantul. “Dari sepuluh kilometer yang sudah dibebaskan di Bantul, kami baru mengajukan pembangunan fisik 6,2 kilometer yang di Parangtritis,” jelasnya.
Pihaknya juga sedang memproses dokumen pengadaan tanah, untuk jalan dari Parangtritis ke Girijati, di perbatasan Bantul-Gunungkidul. Setelah itu baru diajukan ke Gubernur DIJ, melalui Biro Tata Pemerintahan (Tapem). Jika tidak ada masalah, lanjut dia, ditindaklanjuti dengan penerbitan izin penetapan lokasi (IPL).
“Kalau IPL sudah ada diserahkan ke BPN DIJ dan dimulai proses pengadaan tanah. Paling cepat pembebasan lahan akhir 2016,” terangnya.
Sementara untuk JJLS yang berada di Gunungkidul sepanjang sekitar 82 kilometer, menurut Gaib, IPL sudah terbit untuk ruas jalan Legundi-Panjang sepanjang 4,7 kilometer, yang berada di Desa Girisekar dan Girimulyo, Panggang, Gunungkidul. Sedang untuk ruas Jeruk Wudel-Baran- Duwet sepanjang 11,1 kilometer, yang berada di Rongkop serta Girisubo, saat ini masih berjalan di Biro Tapem dan baru sampai proses konsultasi publik.
Terpisah, Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) DPRD DIJ Hamam Muttaqien mengatakan, kelanjutan pembangunan JJLS ini sangat ditunggu warga masyarakat, terutama di wilayah selatan DIJ. Menurutnya, JJLS untuk membuka akses di wilayah selatan DIJ yang masih banyak kantong-kantong kemiskinan.
“Dukungan infrastruktur sarana jalan JJLS ini diharapkan mampu memberikan angin segar kemudahan akses yang akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga di kawasan selatan,” ungkap Hamam. (pra/ila/ong)