RIZAL SN/RADAR JOGJA
ANTUSIAS: Pramuka Penggalang peserta Jamda 2015 mengikuti pelatihan pembuatan kerajinan dari daur ulang sampah, kemarin (4/11).
SLEMAN – Masalah sampah masih menjadi persoalan yang belum bisa diselesaikan di Indonesia. Masyarakatnya dinilai masih belum disiplin dalam mengolah sampah. Karena itu, penting untuk mengajarkan sejak dini, mengolah sampah agar menjadi hal yang bermanfaat.
Karena itu lah, dalam kegiatan Jambore Daerah Gerakan Pramuka DIJ 2015, para Pramuka penggalang diberikan pelatihan pengolahan sampah menjadi barang-barang bermanfaat. Sampah rumah tangga seperti botol air mineral dan plastik bungkus kopi, dapat disulap menjadi barang tepat guna.
Siapa mengira, apabila lampion cantik dan piring plastik bisa dibuat dari gelas plastik bekas air mineral. Peserta pun antusias mengikuti pelatihan dari Saka Kalpataru di Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna, Babarsari, Kamis (5/11) kemarin.
“Pramuka penggalang tidak memandang sebelah mata, hal-hal seperti sampah, khususnya sampah plastik. Sebab dapat dimanfaatkan menjadi barang-barang berguna,” kata salah satu pemateri Wahyu Pahlewi.
Wahyu mengatakan, dengan kreativitas dan keterampilan, anak-anak dapat membuat tas, lampion, rompi, bunga hiasan, celengan dan topi, yang kesemuanya dibuat dari mendaur ulang sampah bekas.
“Semua bahannya dapat diambil dari barang-barang di sekitar kita. Mengajarkan memberdayakan agar bisa mengumpulkan sampah rumah tangga, dicuci, dibuat kerajinan, sehingga bisa dijual,” terangnya.
Para peserta Pramuka, dengan antusias mengikuti pelatihan dan praktik membuat kerajinan yang dipandu oleh pengrajin dari Sumber Rejeki Bantul, Sunyi Agustina. “Awalnya kita hanya konsen pada masalah lingkungan. Namun berangkat dari hal itu, ternyata hasil kerajinan memiliki nilai ekonomis. Walaupun hasilnya masih limited karena dibuat handmade,” kata Agustina.
Ia berharap, kepada Pramuka penggalang yang ikut dalam Jamda 2015, juga akan mengikuti dan mulai mengolah sampah menjadi hal yang berguna. “Anak Pramuka pasti bisa dan tentu lebih kreatif,” tandasnya. (riz/jko/ong)