AHMAD RIYADI/Radar Jogja
JEMPUT BOLA: PJT Kepala Cabang Jasa Raharja DIJ, John Veredy Panjaitan beserta jajarannya mengunjungi korban tergelincirnya Batik Air, Ny. Furia yang menjalani rawat inap di kamar No. 322 A RSPAU Hardjolukito, kemarin (4/11).
logo-jasa-raharja
SEMENTARA itu, setelah mendapatkan informasi insiden tergelincirnya Batik Air di Bandara Adisucipto, PJT Kepala Cabang Jasa Raharja DIJ, John Veredy Panjaitan bersama jajarannya langsung siaga dan berkoordinasi dengan pengelola Bandara, Angkasa Pura.
John menegaskan, apabila ada korban yang mengalami luka-luka, Jasa Raharja akan memberikan santunan. ‪”Kami siaga, karena tugas kami adalah memberikan santunan kepada para korban kecelakaan penumpang umum, baik itu darat, laut maupun udara, serta kecelakaan lalu lintas jalan,” kata John di sela memantau Batik Air yang tergelincir di Bandara Adisucipto, kemarin (6/11).
John menerangkan, untuk korban luka luka, Jasa Raharja akan memberikan surat jaminan biaya perawatan kepada rumah sakit. Sehingga, bagi pasien korban kecelakaan tidak perlu membayar biaya perawatan rumah sakit.
“Kami menjamin biaya perawatan bagi korban peristiwa Batik Air sampai dengan Rp 25 juta,” tambah John.
Selain itu, bila ada korban yang mengalami musibah meninggal dunia, petugas Jasa Raharja akan langsung jemput bola ke rumah ahli waris korban. Santunan meninggal dunia laka angkutan udara Rp 50 juta.
“‪Pelayanan Jasa Raharja jemput bola untuk membantu memudahkan korban/ahli waris dalam mengurus santunan kecelakaan,” terang John. (mar/jko/ong)