GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
AKHIRNYA HUJAN: Personel TNI dan BPBD Kota Jogja bekerjasama menarik dahan pohon beringin yang patah di sisi timur laut kawasan Alun-Alun Utara, Minggu (8/11).
JOGJA – Setelah dinanti sekian lama, hujan mulai turun beberapa hari ini meski belum merata. Kemarin (8/11) hujan deras membasahi sebagian wilayah Jogjakarta. Seperti di wilayah Kota Jogja, Bantul, dan sebagian Gunungkidul.
Di Jogja, hujan turun dengan intensitas sedang hingga deras. Hujan deras disertai angin ini membuat beberapa dahan pohon beringin di Alun-Alun Utara banyak yang patah. Sejumlah personel TNI dan BPBD Kota Jogja terlihat bekerjasama menarik dahan pohon beringin yang patah di sisi timur laut kawasan Alun-Alun Utara tersebut.
Sebagian dahan pohon beringin yang berdekatan dengan Pos PAM Budaya wisata keraton itu patah akibat diterjang angin kencang saat hujan deras mengguyur Kota Jogja. Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Namun, masyarakat diimbau untuk mewaspadai angin kencang atau angin puting beliung yang kerap terjadi pada musim pancaroba saat ini.
Sementara itu, di Gunungkidul turunnya hujan membawa bencana. Rumah warga di Dusun Dayangan, Pilangrejo, Nglipar roboh. Beruntung, meski bangunan rusak parah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Informasi yang dihimpun Radar Jogja, peristiwa ini berlangsung Sabtu (7/11) malam sekitar pukul 19.45. Seluruh bagian rumah milik Suprapto rusak parah dengan kerugian belasan juta rupiah. Saat itu pemilik rumah sedang tidak ada di tempat, karena menunggu orang tuanya yang sakit di rumah saudara. Saat hujan deras, mendadak rumah kayu berbentuk limasan roboh hingga rata tanah.
“Rumah korban memang sudah lapuk, mungkin tidak kuat menahan hujan yang kebetulan cukup deras,” kata Kades Pilangrejo Sunaryo, kemarin (8/11).
Saat kejadian, tidak ada warga yang melihat langsung. Warga hanya mendengar suara gemuruh dari arah TKP. Setelah hujan reda, warga mendatangi sumber suara dan mendapati rumah sudah hancur.
“Warga kemudian gotong royong menyelamatkan harta benda di bawah reruntuhan. Baru kemudian pemilik rumah diberi tahu,” ujarnya.
Tidak hanya itu, kemarin dibantu jajaran TNI dilakukan kerja bakti menyingkirkan puing-puing reruntuhan. Untuk sementara waktu, pemilik rumah terpaksa mengungsi di rumah saudaranya.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Sutaryono mengaku sudah mengirimkan bantuan logistik. Atas kejadian ini, dia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat awal musim penghujan.
Terpisah, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta memprediksi musim penghujan yang sebenarnya baru akan datang antara 11 hingga 20 November nanti. Itu pun belum menyeluruh di DIJ, sedangkan puncak hujan diperkirakan terjadi pada Desember-Januari nanti.
Koordinator Operasional Stasiun Klimatologi BMKG Jogjakarta Joko Budiono menuturkan, saat ini hujan yang terjadi karena mau masuk awal hujan, yaitu musim pancaroba. Di musim pancaroba dan menghadapi hujan, ia berharap masyarakat mulai adaptasi. Di antaranya dengan mengantisipasi akibat yang ditimbulkan apabila hujan dengan intensitas tinggi terjadi. Seperti membersihkan tempat pembuangan air sehingga tidak tersumbat dan tak menyebabkan banjir. Begitu juga dengan pohon yang sudah tua dan rapuh, segera dipotong untuk keamanan.
“November ini jumlah hujan masih terbatas. Baru mulai membesar pada Desember-Januari nanti,” ungkapnya. (gun/aga/riz/laz/ila/ong)