MAGELANG – DPRD Kota Magelang mulai bersikap tegas atas kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Mereka mengancam mencoret dana penyertaan modal bagi BUMD yang dianggap gagal memberikan pemasukan layaknya perusahaan yang profit oriented.
Dewan juga minta BUMD mampu mengelola modal yang diberikan sebelumnya, sembari meningkatkan aset-aset dengan baik.
“BUMD harus profesional, harus bisa meningkatkan aset-nya. Bukan setiap tahun minta penyertaan modal. Apalagi modal itu hanya untuk kegiatan-kegiatan yang tidak urgen. Kan buang-buang namanya,” kritik Ketua Komisi B DPRD Kota Magelang Waluyo kemarin (9/11).
Ketua Fraksi Demokrat ini minta Pemkot Magelang tak terlalu memanjakan BUMD yang kerap mengucurkan dana penyertaan modal. Sebab, hal ini dikhawatirkan justru membuat BUMD jadi terlena dan tidak berkembang.
“Kami ingin BUMD ini bisa memperbaiki sistem dan manajemennya. Tidak usah jor-joran pengen bangun ini-itu,” sindirnya.
Ia menegaskan, tolok ukur pemberian penyertaan modal dilakukan dalam penilaian sisi manajerial dan kemampuan BUMD bersangkutan. Di luar itu, BUMD diminta tak melakukan aksi-aksi konyol.
“Anggota dewan tidak ingin ada uang tembak supaya penyertaan modal cair. Tidak mungkin. Justru ini nilai buruk bila ada BUMD melakukan itu. Siap-siap saja penyertaan modalnya kami coret,” tegasnya.
Sebelumnya, Komisi B DPRD Kota Magelang berupaya melakukan audit BUMD. Yang paling disoroti dari beberapa BUMD adalah PD Taman Kyai Langgeng, PD Perbengkelan, dan PD Percetakan.
“PD Taman Kyai Langgeng memang sudah memenuhi target pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp 1,6 miliar. Tapi dengan usaha itu, belum tentu penyertaan modal bisa mudah diberikan. Harus melalui prosedur dan peruntukkan yang jelas,” katanya.
Ia berharap, adanya penyertaan modal yang diberikan bisa digunakan sebagaimana mestinya secara bijak dan kajian mendalam. Ia mengaku, perlu penambahan inovasi di kawasan wisata ikon Kota Magelang tersebut.
“Jangan terus penyertaan modal hanya dijadikan perbaikan wahana permainan. Memang itu bisa meningkatkan pengunjung. Terobosannya harus bagus. Misal, membuat panorama keindahan di sana yang membuat pengunjung betah dan kerasan,” usulnya.(dem/hes/ong)