GUNUNGKIDUL – Kasus dugaan salah diagnosa atas nama Suparmi, warga Wonosari, mendapat tanggapan dari managemen RSUD Wonosari. Pihak rumah sakit pelat merah itu berempati dan siap menindaklanjuti permasalahan untuk mencapai kesimpulan objektif.
Dalam pernyataan yang dikirim ke Radar Jogja, managemen RSUD Wonosari menyampaikan sejumlah penjelasan. Pertama, managemen dan komite medis telah melakukan klarifikasi dengan dokter yang menangani pasien.
Hasil klarifikasi, sebelum dilakukan pemeriksaan dan tindakan operasi, dokter telah memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga tentang tujuan tindakan, manfaat dan risiko atas keputusan dan pihak keluarga sudah menyetujui.
Kemudian tindakan operasi telah dilakukan sesuai standar prosedur operasi. Mengenai perbedaan diagnosa selama proses berjalan, pihak RSUD berpendapat dimungkinkan karena satu kasus dapat memiliki diagnosa banding selain diagnosa utama.
Jika dalam proses tindakan operasi ditemukan bukti medis yang lain, maka diagnosa utama dimungkinkan berubah. Mengenai luka operasi, hingga sekarang masih perlu pendalaman lebih lanjut karena banyak faktor yang memungkinkan kejadian tersebut.
“Saat pemeriksaan didukung laborat, radiologi mengarah ke diagnosa X misalnya. Tapi dalam pelaksanaan, setelah dilakukan (operasi) ternyata ada yang lain. Itu namanya diagnosa pembanding dan biasa terjadi di dunia medis,” kata Petugas Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUD Wonosari Aris Suryanto kemarin (9/11).
Seperti diberitakan Radar Jogja kemarin (9/11), kasus dugaan salah diagnosa penyakit pasien terjadi di RSUD Wonosari. Seorang pasien bernama Suparmi, 60, kesehatannya memburuk pascadirawat di rumah sakit itu.
Anak korban, Eko Prabowo menceritakan, awalnya sang ibu mengeluh sakit di bagian perut sekitar akhir Oktober lalu dan dibawa ke RSUD Wonosari. Waktu itu ditangani dua dokter spesialis kandungan. Dari hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosa kista. Namun dalam pemeriksaan berikut dinyatakan penyakit penyempitan saluran kencing. Kondisi pasien kembali memburuk, lalu pihak RSUD merujuk ke RS Panti Rapih Jogja. (gun/laz/ong)