SETIAKY/Radar Jogja
SEGERA DILUNCURKAN: Teknisi di Balai Yasa Jogja sedang menyelesaikan rangkaian kereta kesehatan Rail Clinic. Kereta akan difungsikan program pelayanan PT KAI untuk penumpang dan masyarakat sekitar rel.

JOGJA – Dua rangkaian kereta yang telah dimodifikasi mulai menjalani proses penyelesaian di Balai Yasa Jogja. Ini sebagai persiapan PT KAI yang segera meluncurkan kereta kesehatan dengan nama Rail Clinic. Kereta nantinya akan difungsikan untuk program pelayanan PT KAI bagi penumpang dan masyarakat.
Executive Vice President PT KAI Daop 6 Jogjakarta Hendy Helmy mengatakan, Rail Clinic merupakan ide dari Dirut PT KAI Edi Sukmoro yang ingin mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Kereta berjenis kereta rel diesel (KRD) ini akan difungsikan untuk melakukan pelayanan kesehatan masyarakat, utamanya yang berada di lokasi dekat rel kereta api di seluruh Pulau Jawa.
“Selain juga difungsikan apabila ada kejadian mendadak, seperti bencana alam yang lokasinya memungkinkan. Selain itu juga untuk lebih mendekatkan pelayanan KAI pada masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan jalur kereta api,” katanya kepada wartawan kemarin (9/11).
Helmy mengatakan, pengoperasian Rail Clinic masih akan menunggu PT KAI pusat. Ini mengingat gagasan awal pembuatan dicetuskan oleh tingkat pusat. “Tapi tidak akan jauh-jauh dari tanggal 10 November, karena melihat semangat Hari Pahlawan merupakan momen yang dirasa tepat,” lanjutnya.
Selain itu ia juga menilai, masih banyak warga masyarakat yang belum peduli pada kereta api. Itu karena kurangnya sentuhan secara langsung dalam bentuk-bentuk pelayanan publik. “Kereta ini diharapkan dapat menyentuh masyarakat yang selama ini mungkin belum menerima efek positif dari kereta api. Salah satu caranya dengan pelayanan pengobatan gratis melalui Rail Clinic ini,” ungkapnya.
Kepala Balai Yasa Purwanto menyebutkan, proses pengerjaan Rail Clinic telah lebih dari 90 persen. Saat ini pihaknya tinggal menyelesaikan pemasangan alat-alat kesehatan dan merapikan interior di dua kereta tersebut.
“Pengerjaan tinggal menyelesaikan pemasangan alat-alat kesehatan di dalam kereta saja. Proses lainnya sudah seperti pengecatan dan pengubahan panel kontrol yang membuat kereta ini bisa dikendalikan dari dua arah,” terangnya.
Proses pengerjaan kereta yang memakan biaya ratusan juta rupiah ini dimulai 8 Oktober lalu. Yakni dengan tenaga teknisi dari Balai Yasa Jogja. Kereta rencananya akan selesai Selasa (10/11) ini dan siap untuk diluncurkan oleh PT KAI.
Rail Clinic memiliki dua kabin yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri. Kabin pertama merupakan ruang laboratorium dan farmasi, sementara kabin kedua merupakan ruang kesehatan dental dan juga pemeriksaan dokter. (riz/laz/ong)