Kuncinya, Tenang dan Fokus

SATU-SATUNYA SMP di Jogja pencetak sejarah sebagai champion Junio JRBL selama tiga tahun berturutan adalah SMP Stella Duce 1 Jogja. Keberhasilan pada Junio JRBL tahun ini tidak terlepas dari peran sang kapten, Valencia Angelique.
Pemain bernomor 15 tersebut selalu bisa menjadi motor serangan. Sekaligus Ellen, sapaan Valencia Angelique, menjadi jembatan yang menghubungkan bola dari satu player ke player Stece lainnya.
“Sebagai kapten aku dituntut punya peran lebih banyak ketimbang pemain lain. Aku harus bisa memotivasi dan mengayomi mereka. Selain itu juga sebagai lidah penyambung antara pelatih ke tim,” kata putri dari pasangan Adhi Pramono dan Jeanie Santoso tersebut.
Ellen memang tampil trengginas di GOR UNY selama Junio JRBL 2015 Jogja Series. Dia selalu berhasil mencetak poin dari permainan post play atau memanfaatkan offensive rebound. Permainannya yang luar biasa itu tak hanya mengantarkan Stece merebut trofi champion kali ketiga, tapi juga membawanya meraih Most Valuable Player (MVP).
“Sempat enggak percaya. Soalnya aku kurang maksimal tampil di beberapa pertandingan. Tapi syukurlah bisa dapet gelar ini. Semua aku persembahkan buat orang tua, pelatih dan seluruh warga Stece yang selalu mendukungku,” kata perempuan kelahiran 15 Desember, 14 tahun silam.
Semua pencapaian Ellen enggak didapatkan begitu saja. Persiapan menjelang JRBL sudah dilakukan jauh-jauh hari. Dia bahkan sempat mengikuti latihan di salah satu tim basket universitas swasta di Jogja.
“Ikut latihan di universitas membuat aku dapetin banyak pelajaran. Salah satunya, adalah mental dan hustle saat bermain. Bisa jadi MVP, kuncinya tiga hal, pantang menyerah, tenang dan fokus,” kata Ellen.
Pada final party Junio JRBL 2015 Jogja Series (31/10) untuk kali kedua, Ellen merasakan mahkota juara. Tidak hanya itu, untuk kali kedua pula Ellen terpilih dalam first team.
Tahun ini dia duduk di kelas 9, artinya tahun terakhir Ellen ikut JRBL. Dia pun sudah ancang-ancang ikut kompetisi basket antar-SMA, Honda DBL. (ata/dya/ong)