setiaky
PENUH RISIKO: Dua anggota tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) sedangn melakukan perbaikan jaringan. Dalam bekerja, tim ini tanpa harus mematikan aliran listrik, baik itu tegangan menengah 20 kilo volt (Kv) hingga tegangan tinggi 500 Kv.
JOGJA – Guna mengurangi pemadaman listrik saat perbaikan jaringan, PT PLN (Persero) menyiapkan tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB). Mereka dapat melakukan perbaikan jaringan tanpa harus mematikan aliran listrik tegangan menengah 20 kilo volt (Kv) hingga tegangan tinggi 500 Kv.
Kepala Divisi Pengembangan Regional PLN Jawa Bagian Tengah Dyananto mengatakan, dengan tidak memadamkan aliran listrik akan penghematan energi. ” Untuk tegangan tinggi, memadamkannya berarti kehilangan pasokan besar-besaran, belum lagi respons dari masyarakat,” kata Dyananto di sela pembukaan konvensi PDKB nasional di kantor PLN Area Jogja, kemarin (10/11).
Dengan adanya tim PDKB yang dibentuk sejak 2.000 itu, PLN bisa melakukan penghematan hingga Rp 18 miliar. Di Indonesia saat ini terdapat lebih dari 300 tim PDKB atau satu tim di setiap area PLN. “Satu tim PDKB terdiri dari delapan hingga sembilan anggota,” jelasnya.
Anggota PDKB memang tidak sembarangan. Mereka harus memiliki sertifikasi PDKB, yang berlaku tiap tiga tahun. Juga dicek kesehatannya setiap tahun. Bahkan sebelum melaksanakan pekerjaanya, tiap anggota PDKB harus dicek kondisinya. Sebab, dalam pekerjaannya, mereka berhubungan langsung dengan listrik, meski mengenakan baju konduktif. “Yang pasti anggota PDKB tidak boleh takut ketinggian dan tersengat listrik,” jelasnya.
Manajer Distribusi PLN Daerah Jateng-DIJ Andreas Heru Sumaryanto menambahkan, di DIJ saat ini terdapat satu tim PDKB, yang merupakan tim berjarak. Dalam waktu dekat, pihaknya akan menambah satu tim lagi untuk tim sentuh. Meski penuh risiko, Heru mengaku di DIJ zero accident untuk tim PDKB. “Yang paling banyak kejadian justru dari masyarakat umum yang sembarangan memperbaiki jaringan listrik,” ungkapnya.
Diakuinya, selama ini masih ada masyarakat yang nekat mengotak-atik jaringan listrik, meski sudah ditulisi bertengangan tinggi. Belum lagi karena tidak memiliki keahlian, biasanya malah memperburuk kondisi.(pra/din/ong)