DWI AGUS/Radar Jogja
NAPAK NTILAS BUDAYA: Dari kiri: perwakilan Dinas Kebudayaan DIJ Nurtyas, Direktur Pussaka Insitute Leonardo Budi Setiawan, ketua panitia Lucia Dianawuri
JOGJA – Dinas Kebudayaan DIJ akan menggelar napak tilas Bendungan Ancol, Desa Banjaroyo, Kalibawang Kulonprogo. Kegiatan ini merupakan wujud dari Napak Tilas Warisan Ekologi dan Ekonomi guna mengembangkan potensi daerah.
Napak tilas yang akan digelar Jumat (13/11) ini, bertajuk Nandur Banyu Panguripan, Ngrabuk Paseduluran. Fokus kegiatan adalah kawasan Bendungan Ancol, Desa Banjaroyo, Kalibawang Kulonprogo, dengan menghadirkan beragam kearifan lokal, dari pentas seni tradisi hingga kerakyatan.
“Potensi ini harus kita angkat agar dapat dikenal masyarakat luas. Selama ini, kawasan Bendungan Ancol kurang terekspose. Padahal potensi ditilik dari sejarah dan fungsinya sangat besar,” kata perwakilan Dinas Kebudayaan DIJ Nurtyas, di kantor Dinas Kebudayaan DIJ, Selasa siang (10/11).
Direktur Pussaka Insitute Leonardo Budi Setiawan menilai peran Bendungan Ancol sangat besar. Terutama sebagai hulu dari selokan Mataram yang membentang hingga ujung timur Jogjakarta. Mampu mengaliri areal persawahan sepanjang selokan Mataram.
Dalam kesempatan ini, ia juga mengungkapkan bahwa pelestarian budaya juga diimbangi dengan ekologi. Bendungan Ancol menyajikan potensi wisata yang patut diolah. Ini bersanding dengan ragam kesenian yang dimiliki oleh Kabupaten Kulonprogo dalam hal ini, Desa Banjaroyo, Kalibawang.
“Areal ini terbentang dengan luas kurang lebih 5 hektar. Bendungan Ancol potensi jadi obyek wisata baru tapi tidak ada yang mengelola jadi terbengkalai. Mengembangkan ini tentunya perlu partisipasi warga,” ungkapnya.
Kegiatan ini akan melibatkan ribuan warga Desa Banjaroyo, Kalibawang.
Acara ini rencananya dibuka dengan kirab budaya dan pentas jathilan. Selanjutnya dilakukan ritual penanaman pohon dan pelepasan ikan. Sesuai yang dijadwalkan, akan dihadiri GKR Mangkubumi. (dwi/jko/ong)