MAGELANG – Penghormatan atas apa yang dikorbankan pada bangsa dan negara menjadi cerita tersendiri saat Peringatan Hari Pahlawan , setiap 10 November. Seperti yang diungkapkan Kuwat, 74, veteran perang kemerdekaan yang tinggal di Kota Magelang. Ia tak bisa menyembunyikan kebahagiannya saat menerima bantuan tali asih dari Pejabat (Pj) Wali Kota Magelang Rudy Apriyantono saat UpacaraHari Pahlawan di halaman depan kantor wali kota, kemarin (10/11).
Memang, bantuan yang diberikan tidak seberapa besar. namun, bagi Kuwat dan 10 veteran lainnya, bantuan tersebut merupakan bagian dari penghargaan pemerintah pada mereka saat memperjuangkan keutuhan NKRI.
“Kami adalah pembela negara yang menjaga keutuhan negara tercinta ini. Nyawa taruhannya. Kami merasa belum menerima penghargaan yang layak dibandingkan pengorbanan kami,” ungkap Kuwat.
Ia meneruskan, soal tunjangan yang diberikan pemerintah pada pejuang veteran, besarannya Rp 750 ribu pada awal Januari 2015. Sebelumnya, para veteran hanya mendapat Rp 250 ribu. Jumlah tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun ia mengapresiasi perhatian pemerintah. Hanya, ia mengaku tunjangannya kurang. “Kami berharap tunjangannya bisa ditambah lagi,” ungkap pria kelahiran Kebumen ini.
Kuwat berharap, dengan naiknya tunjangan, para veteran bisa hidup dengan baik tanpa menggantungkan biaya kehidupan pada anak dan cucunya. Sebagai dari mereka telah pensiunan. Ia bersyukur tidak gugur dalam medan perang dan bisa menikmati sisa usia dan berusaha mengabdi pada negara. Ia berpesan, khususnya pada generasi penerus bangsa bisa mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa demi kejayaan Indonesia yang diperjuangkan para veteran.
Rudy Apriyantono mengatakan, pemberian tali asih merupakan bentuk penghormatan, kedekatan, dan perhatian Pemkot Magelang pada para veteran. Mengingat perjuangan dalam merebut kemerdekaan RI tidak mudah. Masyarakat diminta mengisi kemerdekaan dengan hal positif dan bersemangat melaksanakan pembangunan.
“Mari kita teladani semangat para pejuang pendahulu. Teruskan perjuangan mereka, demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pintanya.
Upacara Hari Pahlawan juga dilaksanakan segenap organik dan taruna Akademi Militer (Akmil) Akmil dengan Inspektur Upacara (Irup) Wakil Gubernur Akmil Brigjen TNI Dudung Abdurrahman SE di Lapangan Pancasila. Peringatan Hari Pahlawan memiliki makna khusus. Ini berkaitan dengan HUT ke-70 RI.
“Peringatan Hari Pahlawan hendaknya dijadikan cermin atau refleksi tentang pengorbanan, keteladanan, dan keteguhan. Terutama menggapai harapan masa depan dengan terus bekerja dan bekerja dalam rangka mewujudkan masyarakat adil serta sejahtera sebagai cita-cita perjuangan bangsa yang termuat dalam sila ke- 5 Pancasila. Juga sebagai momentum dalam rangka menumbuh-kembangkan nilai-nilai persatuan, kepahlawanan, keperintisan dan kesetiakawanan sosial,” kata Wagub Akmil.(dem/hes/ong)