MAGELANG – Sosialisasi Pilwakot 2015 dilaksanakan di Untidar Magelang. Kegiatan ini merupakan kerja sama BEM KM Untidar dan KPU Kota Magelang. Pesertanya adalah perwakilan mahasiswa dari masing–masing UKM, BEM Fakultas, mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus.
Acara dibuka sambutan Ketua panitia kegiatan Taufik Aji Firmandi yang juga Menteri Sosial Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Untidar. Ia menjelaskan, sasaran kegiatan untuk membangkitkan kesadaran mahasiswa dan masyarakat, pentingnya peran setiap individu dan kelompok dalam memberikan sumbangsih suara bagi pilkada serentak yang dilaksanakan pada 9 Desember 2015.
“Ada keprihatinan ketika mahasiswa tidak peduli dengan perkembangan sosial politik yang terjadi di tanah air. Padahal mahasiswa merupakan calon pemimpin di masa depan. Harapannya, adanya sosialisasi ini mahasiswa mau berperan aktif dalam pilwakot ,” katanya kemarin (10/11).
Wakil Rektor III Untidar Dr Bambang Kuntjoro MSi berharap, kegiatan ini menjadi ajang pendidikan politik agar mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus tidak buta politik. Ada dua pemateri dalam kegiatan tersebut. Yakni, Ketua KPU Kota Magelang Basmar Perianto dan Ahmad Sabiq SIP MA yang merupakan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
“Jangan sekedar memilih hanya karena amplop. Jangan hanya menjadi suporter, tapi harus menjadi voters yang rasional,” tegas Basmar Perianto.
Sementara itu, hasil penyortiran dan pelipatan 91.435 lembar surat suara yang dilakukan 3-8 November lalu, ada 12 lembar surat suara yang dianggap rusak. Kerusakan surat suara seperti pada sampulnya ada gambar bergaris, tanda noda di foto pasangan calon. Untuk itu, KPU akan minta tambahan dari percetakan agar terpenuhi.
“Tanda noda ini dikhawatirkan mengarahkan pada pemilih untuk memilih salah satu pasangan calon. Tanda noda ditemukan pada foto tiga pasangan calon. Kami sortir untuk dimusnahkan,” kata Komisioner KPU Kota Magelang Divisi Perencanaan Program dan Badan Penyelenggara Nuke Ardinia.
Menurut Nuke, kekurangan surat suara masih menjadi tanggung jawab percetakan. Sekalipun hanya kurang satu lembar, menjadi tanggung jawab percetakan.
“Sebelum master cetakan dikembalikan pada KPU, kekurangan masih menjadi tanggung jawab percetakan. Nantinya dihitung kembali sampai terpenuhi 91.435 lembar,” katanya.(dem/hes/ong)