RADAR JOGJA FILE
TANGGUH: Penampilan Wahyu Widjiastanto saat menjadi penggawa Persiba Bantul. Wahyu menjadi palang pintu tangguh lini belakang tim berjuluk Laskar Sultan Agung itu.
BANTUL – Mantan kapten Laskar Sultan Agung Wahyu Widjiastanto bakal bertemu klub lamanya, Persiba Bantul di semifinal Plumbon Cup Karanganyar Kamis (12/11). Di Plumbon Cup 2015 ini, pemain terbaik Divisi Utama 2011 ini memperkuat Tim Diklat Salatiga.
Tim Diklat Salatiga meraih tiket semifinal setelah menyingkirkan DPU Sragen dengan skor 2-1, Senin (9/11) petang. Hasrat untuk melawan klub yang telah membesarkan namanya tersebut cukup besar. Bahkan dia bertekat bisa menyingkirkan tim besutan Sajuri Syahid.
Kendati hanya dalam skala turnamen kecil, bagi Tanto, hal ini merupakan sebuah reuni. Pemain yang juga kerap disapa Butho itu mengaku ingin menjajal mantan rekan setimnya. “Turnamen ini menjadi ajang sarana reuni dan silaturahmi pada teman-teman yang masih ada di Persiba,” ujar Tanto dihubungi Selasa (10/11).
Keinginan ingin reuni dengan teman-teman lama yang dirasakan Tanto cukup beralasan. Pasalnya di Persiba saat ini masih ada Ugiek Sugiyanto, Johan Manaji, Slamet Widodo dan Nopendi.
Nah, pemain-pemain tersebut menjadi rekan seperjuangan Tanto ketika mempersembahkan trofi juara Divisi Utama untuk Persiba, 2011 silam. “Laga dengan teman lama akan sangat spesial. Saya berharap pertandingan nanti akan seru,” jelasnya.
Diklat Salatiga sejauh ini cukup perkasa di turnamen Plumbon Cup. Kecemerlangan Diklat Salatiga di turnamen ini tak lepas karena diperkuat sejumlah pilar-pilar yang dulunya mengasah bakat sepakbola di tim itu. Wahyu Tanto, Ozil, Bayu Pradana, Basri Lohi dan Laousori saat ini memperkuat Diklat Saltiga untuk meraih sukses di turnamen Plumbon Cup.
Skuad Persiba Bantul kembali tidak akan melakukan latihan sebagai persiapan menghadapi Diklat Salatiga di babak seifinal turnamen Plumbon Cup 2015, Kamis (12/11) nanti. Manajemen Persiba tetap optimistis,
tanpa ada agenda skuad Laskar Sultan Agung dapat melaju ke final.
Manajer Persiba Endro Sulastomo mengatakan, efisiensi menjadi pertimbangan manajemen untuk meniadakan latihan. Selain itu, jarak antara partai perempat final ke semifnal tidak terlalu jauh.”Jadi pemain kumpul di mess, kemudian langsung bersama-sama menuju Karanganyar untuk melakukan pertandingan. Biar irit jadi tidak ada
latihan, kan juga cuma level tarkam,” ujar Endro.
Dia menjelaskan, skuad yang akan dibawa guna menghadapi Diklat Salatiga akan sama seperti melawan PSIR Rembang. Nama-nama Ugiek, Sunni, Yanuar Ruspito dan Sarjono akan tetap menjadi andalan.
Setelah masuk ke semfinal, sambungnyaa, kali ini manajemen mematok target menang atas tim Diklat Salatiga dan menargetkan meraih juara. Gengsi menjadi alasan manajemen agar tim besutan Sajuri Said itu bisa tampil maksimal sehingga terus melaju ke babak selanjutnya. “Pemain harus tampil maksimal, sudah sampai semifinal harus juara,” imbuhnya. (bhn/din/ong)