Humas PT KAI Daop 6 for Radar Jogja
KORBAN PELEMPARAN: Danang (tengah) saat dijenguk sejawatnya dari PT KAI di rumahnya di dess Jambean Trimardadi, Pajangan, Bantul.
JOGJA – Kebiasaan buruk masyarakat di sekitar rel kereta api, yakni melempari kereta yang sedang lewat, belum banyak berubah. Aksi anarkis tersebut beberapa waktu lalu kembali memakan korban, asisten masinis KA Progo jurusan Lempuyangan-Pasar Senen Danang Romadhoni, mata sebelah kanannya buta karena terkena lemparan batu.
Danang menjadi korban pelemparan batu oleh orang tak dikenal yang terjadi pada Rabu (28/10) di petak jalan Rewulu- Sentolo. Danang menderita luka parah pada bagian mata dan pelipis sebelah kanan akibat terhantam batu dan tertancap pecahan kaca.
Sebagai rasa keprihatinan, Direktur Operasi PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Bambang Eko Martono dan didampingi Executive Vice President Daop 6 Jogja, Hendi Helmy, kemarin membezuk Danang di rumahnya di dess Jambean Trimardadi, Pajangan, Bantul.
Di hadapan bosnya, Danang mengisahkan pengalaman buruknya. Saat kejadian,
KA Progo sempat Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Sentolo dan terlambat selama 99 menit untuk menurunkan Danang yang bersimbah darah. Danang kemudian dilarikan ke Puskesmas Sentolo dan dirujuk ke RSUD Wates. Setelah mendapatkan perawatan di RSUD Wates, Danang dibawa ke RS Dr. Sardjito untuk dioperasi. Pemuda kelahiran 6 April 1991 harus kehilangan mata kanannya untuk selamanya.
Menurut Danang, peristiwa pelemparan tersebut terjadi di sekitar wilayah Rewulu – Sentolo. Saat berada di lokomotif seri CC 201 78 03, Danang terkena lemparan batu yang mengenai kaca. Danang mengaku terpaksa mencabut serpihan kaca sepanjang lima cm yang menancap pada mata kanannya karena tak kuasa menahan rasa sakit. Kabin lokomotifpun dibanjiri darah Danang yang mengucur deras dari matanya. “Karena sudah tidak kuat, terpaksa saya ambil sendiri, baru sampai di Stasiun Wates mendapat perawatan,” terang alumni SMK 3 Jogja ini.
Saat ini, anak pertama dari dua bersaudara tersebut diberikan waktu untuk istirahat sampai sembuh total dan diminta untuk tidak memikirkan tugasnya untuk sementara waktu, sampai kondisinya membaik. Danang juga dipastikan masih akan bekerja di PT KAI, meski bukan sebagai masinis lagi.
Manager Corporate Communication PT KAI Daop 6 Jogjakarta, Gatut Sutiyatmoko mengatakan, seharusnya masyarakat sudah menyadari akan bahaya pelemparan batu kepada kereta api. Gatut mengimbau masyarakat lebih peduli menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan tidak melempari batu ke kereta api, memasang benda asing di rel, maupun melakukan aksi vandalisme lainnya. “Harapan kami ini menjadi kejadian yang terakhir,” harapnya.
Executive Vice Presiden PT KAI Daop 6, Hendy Helmi menambahkan, dari pengamatannya, pelempar kebanyakan anak kecil. Mereka iseng melempar dengan batu di sekitar rel. Sebagai upaya pencegahan, PT KAI gencar melakukan sosialisasi ke sekolah, juga melalui film layar tancap. “Kami harus mengedukasi melalui orangtua supaya bisa mengajarkan pada anak-anaknya,” katanya. (pra/jko)