SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
KETAT: Petugas sedang melakukan pengecekan jenis dan berat muatan kendaraan yang melintas di Jalan Raya Prambanan –Piyungan kemarin (11/11).
SLEMAN- Dishubkominfa DIJ kembali menggelar razia kendaraan kemarin (11/11). Razia ini khususnya dilakukan untuk mengukur muatan yang ada di masing-masing kendaraan. Hal ini dilakukan guna menekan terjadinya pelanggaran kelebihan muatan. Selain itu juga untuk memeriksa surat kelengkapan kendaraan seperti surat izin mengemudi, STNK, dan KIR kendaraan.
Satu demi satu kendaraan angkutan barang yang melintas di Jalan Raya Prambanan – Piyungan yang ada di wilayah Kabupaten Sleman ditimbangan di tempat.Kendaraan yang melebihi muatan diberhentikan untuk diberikan surat tilang. Dalam razia ini, Dishub DIJ menggandeng pihak kepolisian, polisi militer, serta TNI AD.
Kasi Pengendalian Lalu Lintas dan Angkutan Penumpang Dishubkominfo DIJ M Yazid menjelaskan, razia ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya kerusakan infrastruktur jalan. “Khususnya yang diakibatkan kendaran angkutan barang dengan muatan berlebih,” kata Yazid di sela kegiatan razia.
Jalan Raya Piyungan- Prambanan yang terletak di perbatasan DIJ dan Jawa Tengah merupakan pintu gerbang melintasnya kendaraan. Setiap hari, ratusan kendaraan berat melintas di wilayah ini. Kendaraan-kendaraan ini sebagian ada yang masuk ke wilayah Jogjakarta, sebagian lagi hanya melewati wilayah Jogjakarta untuk menuju kota-kota lain.
Dari hasil razia ini diketahui banyak kendaraan yang kelebihan muatan. Selain itu tidak sedikit pula yang telah habis masa berlakun KIR-nya. Bahkan angkanya mencapai 10 persen dari pengguna jalan yang melintas melakukan pelanggaran kelengkapan surat kendaraan.
Sebelumnya, Dishub DIJ juga menggelar razia serupa di wilayah Bantul. Truk bermuatan pasir mendominasi kendaraan roda empat yang terjaring dalam operasi penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) di Jalan Srandakan, Kamis (5/11).
Dalam operasi yang berlangsung tidak kurang dari dua jam itu tim gabungan berhasil mengamankan 21 kendaraan roda empat. Tim gabungan dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) DIJ, Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul, polres Bantul, serta Satpol PP Bantul.
Operasi ini merupakan agenda rutin. Dalam sebulan, Dishubkominfo setidaknya lima kali menggelar operasi ini.
“Dalam rangka untuk menegakkan muatan,” terang Yazid.
Ya, operasi PPNS ini tidak menyasar seluruh kendaraan roda empat. Melainkan khusus kendaraan roda empat yang digunakan sebagai angkutan barang. Misalnya, pick up, dan truk. Pada operasi ini, seluruh angkutan barang yang melintas dari arah barat (Srandakan) harus menjalani pengecekan untuk memastikan bobot muatannya. Hasilnya, sebanyak 21 kendaraan roda empat dinyatakan melanggar. Dari jumlah itu, 18 di antaranya melebihi tonase.
“Ada tiga kendaraan yang KIR-nya mati,” sebutnya.
Menurut Yazid, kendaraan-kendaraan yang melebihi tonase mayoritas bermuatan pasir. Seluruh kendaraan yang terjaring operasi ini dinyatakan melanggar Undang-undang No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Kendaraan yang melebihi tonase dijerat dengan Pasal 307. Sedangkan kendaraan yang uji KIR-nya mati dikenai Pasal 288.
“Nanti akan disidangkan di pengadilan Bantul tanggal 18 November,” jelasnya.(sky/zam/din/ong)