JOGJA – Ketenangan masyarakat Jogja, Rabu petang (11/11) kemarin dikagetkan dengan gempa. Meski sudah sering kali dilanda gempa, tetap saja masih banyak warga yang panik dengan berhamburan keluar rumah atau bangunan. Selama beberapa saat mereka menenangkan diri di luar gedung, sebelum kembali masuk setelah memastikan tidak terjadi gempa lagi.
Gempa yang terjadi kemarin memang cukup mengagetkan, karena berlangsung cukup lama kurang lebih selama 15 hingga 30 detik. Menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jogja Tony Agus Wijaya, gempa berkekuatan 5,6 SR terjadi pada pukul 18.45 WIB berpusat di 120 kilometer barat daya Bantul dengan kedalaman 93 kilometer. “Gempa ini berpusat di laut,” ujar Tony saat dihubungi via telepon.
Tony menjelaskan, di wilayah selatan DIJ gempa dirasakan lebih kuat, mencapai tingkat V MMI (Modified Mercalli Intensity). Sementara di wilayah Kota Jogja, kekuatanya dirasakan IV MMI. “Di wilayah selatan DIJ gempa terasa lebih kuat dibanding di Kota Jogja ke utara,” jelasnya.
Tony juga menilai wajar bila masyarakat panik, karena peristiwa gempa memang mengagetkan. Tapi, dia juga mengingatkan wilayah DIJ memang rawan gempa, karena terdapat pertemuan dua lempeng ditambah lagi dengan gempa lokal yang disebabkan karena pusat gempa di darat.
“Karena DIJ ini termasuk wilayah rawan gempa, masyarakat harus siap,” jelasnya.
Tony menjelaskan, setiap hari bisa terjadi gempa kecil di DIJ. Gempa kecil berskala di bawah 3 SR, gempa menengah berskala 3 hingga 5 SR, dan gempa besar berskala 5 SR ke atas. Gempa kecil biasanya tidak terasa oleh masyarakat umum dan tidak menimbulkan kerusakan. (pra/ila/ong)