KUSNO S UTOMO/RADAR JOGJA
JOGJA – Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY menggelar pemilihan satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) dan unit pelaksana teknis dinas (UPTD) sebagai pengelola sistem kearsipan terbaik 2015.
“Pemilihan itu sebagai implementasi dari UU Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang harus dilaksanakan,” ungkap Kepala Bidang Arsip Dinamis BPAD DIY Subandriyo, kemarin (11/11).
Selain itu, kegiatan tersebut juga dalam rangka mewujudkan tertib arsip di setiap SOPD dan UPTD di lingkungan Pemerintah DIY. Dengan adanya pemilihan itu diharapkan dapat mendorong peningkatan kapasitas SOPD dan UPTD dalam mengelola arsip sehingga mampu mengemban tugas sebagai pencipta arsip guna menyelamatkan memori kolektif bangsa di
daerah.
“Lewat kegiatan ini kami harapkan menjadi pembelajaran bagi SOPD dan UPTD mengembangkan dan melaksanakan pengelolaan arsip di lingkungan masing-masing,” katanya.
Setelah memberitahukan ke-80 SOPD dan UPTD, BPAD DIY mengadakan monitoring guna menentukan enam SOPD dan enam UPTD finalis dengan sarana penilaian melalui kuisioner yang dilakukan September lalu. Tim BPAD juga mengadakan verifikasi kondisi riil di lapangan berdasarkan data administrasi meliputi sistem, sarana prasarana, SDM dan dukungan
pimpinan pada 16-29 Oktober 2015. “Pemberitahuan urutan tiga besar dari hasil verifikasi telah dilakukan pada 4 November lalu,” katanya.
Dari pengumuman itu, dihasilkan enam besar yang berhak melakukan presentasi di hadapan tim penilai yang dilakukan di Jogja Library Center Jalan Malioboro pada Selasa (10/11). Kegiatan tersebut dibuka Asisten Administrasi Umum Sekda DIY GBPH Yudhaningrat. Adapun tiga besar SOPD itu meliputi Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY, Dinas Pertanian DIY dan Biro Tata Pemerintahan Setda DIY. Sedangkan tingkat UPTD terdiri Kantor Pelayanan Pajak Daerah (KPPD) DIY di Kabupaten Bantul, Panti Sosial Pamardi Putra Dinas Sosial DIY dan Panti Sosial Bina Karya Dinas Sosial DIY. (kus/ila/ong)