JOGJA – Setelah sebelumnya selalu digelar di luar negeri, kali ini perayaan ulang tahun (Ultah) ke-4 Surabaya Road Bike Community (SRBC) digelar di dalam negeri. Sebagai pilihannya, adalah Jogja. Seremoninya digelar tadi malam di Bale Raos Resto.
Perayaan berlangsung meriah. Para peserta datang dengan dresscode unik, atasan batik atau surjan lurik, dengan bawahan celana pendek. Terlihat santai, namun tetap casual.
Rombongan peserta tiba sekitar pukul 18.30 WIB. Diawali oleh Dirut Jawa Pos Azrul Ananda, satu per satu peserta lalu bergantian berfoto di wall of fame SRBC Sekawan. Di depannya ada sebuah sepeda onthel, serta background tulisan SRBC Sekawan (4), Mubeng Jogja.
Ketua SRBC Khoiri Soetomo mengatakan, memasuki usia yang ke empat, SRBC sengaja mengadakan perayaan ulang tahun di dalam negeri, sementara perayaan HUT ke 1, 2 dan 3 selalu di luar negeri. Yakni Malaysia, Singapura dan kembali di tahun ketiga di Sirkuit Sepang, Malaysia.
“Untuk pertama kalinya di Sirkuit Sepang bisa dipakai balap sepeda. Biasanya untuk F1 dan MotoGP,” katanya bangga kepada Radar Jogja, kemarin.
Mengenai pemilihan Jogjakarta sebagai tempat ulang tahun ke-4, Khoiro mengungkapkan bahwa Jogja adalah kota yang penuh sejarah. Pernah menjadi ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Selain itu juga merupakan Kerajaan Mataram yang melegenda. Berharap dengan dilaksanakan di Jogja, peserta mendapatkan berkahnya Jogjakarta,” ujarnya.
Pria yang juga Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Jawa Timur itu menambahkan, dengan berkunjung ke Jogja yang kental dengan budaya Jawa, sedikit banyak diharapkan mampu mempengaruhi para cyclist lebih mencintai nilai luhur bangsa. “Sudah terlalu jauh dan sering ke luar negeri. Dengan melihat ke Jogja, kota seribu budaya akan semakin mencintai budaya bangsa sendiri,” imbuhnya.
Sedangkan pemilihan dresscode batik, ia mengaku, agar masterpice karya seni para pendahulu tetap lestari. “Selain juga membawa manfaat lebih luas, meningkatkan patriotisme mengangkat perekonomian para perajin UMKM batik. Nanti oleh-olehnya juga harusnya batik,” ujarnya.
Meskipun bernama Surabaya Road Bike Community, namun anggotanya bisa dari kota mana saja. Pada even ultah dan gowes kali ini, ada juga cyclist dari Banyuwangi, Banjarmasin, Singapura dan Semarang. “Even ini nanti 100 pesepada yang ikut, 125-an kalau dengan yang lain,” terang Khoiri.
Ia juga menerangkan, jumlah anggota di grup bisa mencapai 1.900-an, dengan 500 d iantaranya cyclist aktif yang memiliki jersey resmi. Sedangkan foundernya (pendiri) ada 21 orang.
Di ulang tahunnya yang ke-4 ini, ia bergarap, para cyclist dapat lebih mencintai produk dalam negeri, dan tidak selalu luar negeri. “Terlebih perekonomian tahun ini sedang melambat, kami sengaja tidak ke luar negeri. Teman-teman juga dapat melihat abdi dalem keraton, dengan kesederhanaannya dapat meningkatkan rasa syukur. Tetap hidup bahagia, senang dengan memegang nilai luhur yang patut diteladani. Jangan melihat ke atas terus, tapi sekali-kali melihat ke bawah,” tandasnya. (riz/jko/ong)