Pentingkan Nutrisi, Tak Sekadar Kenyang

Penyakit diabetes telah menjadi momok bagi sebagian orang. Berawal dari pola gaya hidup yang tak sehat hingga berujung pada suburnya bibit-bibit penyakit diabetes. Oleh karena itu, gaya hidup sehat sangatlah penting bagi Adelina Luft.
PEREMPUAN asal Rumania ini mengaku sangat menata pola makannya. Salah satunya, mengutamakan kandungan nutrisi yang seimbang dalam makanannya. Tidak hanya sekadar kenyang tanpa memperhatikan apa yang dimakannya.”Tubuh itu seperti investasi untuk ke depannya, jadi memang harus dijaga. Mengatur dan mengetahui nutrisi makanan itu sangat penting. Diabetes juga berawal dari pola konsumsi yang tak sehat,” kata perempuan ke-lahiran Rumania, 29 Desember 1989 ini.Berbicara tentang diabetes sendiri, tidak hanya disebabkan oleh gula.
Pola gaya hidup yang tidak sehat dapat mengakibat-kan datangnya penyakit diabe-tes. Termasuk berkurangnya produksi insulin untuk me nge-lola gula darah dalam tubuh.Mahasiswi Pasca SarjanaPeng-kajianSeni Pertunjukan danSe-ni Rupa UGM Jogjakarta ini memiliki pola kon-sumsinya sendiri untuk menghin-dari diabetes. Adel, sapaannya, lebih memilih menghindari konsumsi daging. Bisa dibilang Adel memilih men-jadi semi vegan. Ini karena Adel tidak sepenuh-nya mengonsumsi sayur, karena tetap mengonsumsi ikan. “Memang tidak makan daging, untuk protein didapatkan dari tahu dan tempe. Lebih suka sayur dan buah. Sedangkan untuk ikan karena kandungan omega 3 yang sangat baik untuk tubuh,” ungkap perempuan yang fasih berbahasa Indonesia ini.Kepedulian Adel terhadap kesehatan tubuh memang sangat tinggi. Dalam konsumi sehari-hari, Adel cenderung menghin-dari yang manis-manis. Untuk minuman, Adel memilih kopi pahit dan teh tawar. Ini juga di-terapkan dalam memilih maka-nan.Gaya hidup Adel ini bisa tergolong sehat karena rendah lemak. Pola makan vegan ber-fokus pada sayu-ran, buah-bua-han, biji-bijian, serta kacang-ka-cangan.
Satu lagi yang diterapkan olehnya adalah tidak makan secara berlebih.”Kalau olahraga hanya sebatas jogging, yang penting bergerak dan berkeringan. Kalau pola makan menghindari sampai kenyang. Secukupnya saja asal bernutrisi,” ungkap anak kedua dari dua bersaudara ini.Makanan manis memang bukanlah penyebab utama dia-betes. Namun Adel sendiri me-milih untuk menghindari kon-sumsi manis berlebih. Mulai dari minum tanpa gula hingga makan yang cenderung tanpa manis.Awal mula kedatangan Adel di Jogjakarta sekitar tahun 2012 sempat mengalami shock. Sebab, Jogjakarta terkenal dengan cita rasa kulinernya yang cenderung manis. Ini berbanding terbalik dengan di tanah kelahi-rannya Rumania.”Memang tidak suka manis, bahkan kalau saya minum teh atau kopi pasti tanpa gula. Kalau pakai hanya se-dikit saja. Begitu juga makanan, menghindari yang terlalu manis,” katanya.Adel pun hampir tidak per-nah mengonsumsi minuman instan. Menurutnya, minuman ini memiliki kadar gula yang tinggi. Terlebih gula yang digunakan bukanlah gula alami. Apalagi takaran yang digunakan adalah takaran masal. (dwi/ila/ong)