MAGELANG – Sebanyak 131 liter minuman keras (miras) jenis ciu dan empat liter arak berhasil di-sita petugas Polres Magelang Kota. Mereka mendapatkan dari tiga warga lewat sebuah penggerebekan beberapa waktu lalu. Ketiga pe laku pun terancam hukuman penjara 6 bulan dan denda Rp 7 juta.Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto melalui Kasubag Humas AKP Esti Wardiani menga-takan, kasus miras saat ini langsung dihadapkan pada hukum pidana lebih berat. Pelaku dijerat Pasal 4 ayat 2 junto Pasal 10 ayat 1 Perda No 16 Tahun 2002 tentang Miras.”Sebelumnya pelaku hanya di-jerat tindak pidana ringan dengan hukuman 10 hari penjara dan denda Rp 400.000. Sekarang ter-ancam hukuman lebih lama dan denda lebih besar agar memun-culkan efek jera,” katanya dalam gelar perkara, kemarin.Esti menuturkan, tiga pelaku itu, antara lain, Titi Maryati, 56 tahun, warga Kampung Tidar Baru Ke-lurahan Magersari; Suripto, 51, Kampung Tidar Campur, Kelurahan Tidar Selatan, dan Andi Riyanto, 48, Kampung Salakan, Kelurahan Tidar Selatan. Dari tangan Titi disita 83 liter ciu, Suripto 27 liter ciu, dan Andi 21 liter ciu beserta 4 liter arak. Masing-masing pelaku sudah siap men-jual miras tersebut dalam kemasan plastik berisi 1,5 liter seharga Rp 15.000. Sasaran penjualan anak-anak muda dan masyarakat umum.”Kami menangkap ketiganya di rumah masing-masing berdasarkan informasi warga. Kini ketiganya masih dalam pemeriksaan dan miras kami gudangkan sebagai barang bukti. Mereka mengaku belum lama ini jualan miras dan belum pernah dihukum sebelum-nya,” tuturnya.Meski bersalah, mereka tidak ditahan. Ketiga pelaku hanya men-jalani pemeriksaan dan siap menghadapi tuntutan hukum lebih berat. Hal ini untuk memunculkan efek jera, sehingga tidak ada lagi peredaran miras di wilayah Kota Magelang.”Banyak kasus kriminal yang di-mulai dari minuman keras. Orang yang terpengaruh miras cenderung lebih berani dalam melakukan tindak kriminal, seperti pencurian, jambret, hingga pembunuhan. Maka, kami harap peran aktif masyarakat untuk menginformasikan jika melihat peredaran miras di lingkungannya,” tandasnya. (dem/laz/ong)