JOGJA – Setelah sebelumnya sukses beroperasi di Jakarta, mulai Senin (16/11) kemarin, moda transportasi ojek berbasis aplikasi android Gojek, beroperasi di Kota Jogja. Berbekal iming-iming penghasilan tinggi hingga Rp 5 juta per bulan, banyak yang berlomba-lomba untuk mendaftar.
Salah satunya adalah Lasmi, 43, warga Bangunjiwo, Kabupaten Bantul. Ibu rumah tangga ini mengaku, sengaja mendaftar menjadi pengemudi Gojek untuk menambah penghasilan keluarga. “Selain itu juga daripada menganggur di rumah, ikut daftar Gojek. Iseng-iseng sekalian jalan-jalan,” katanya saat ditemui di kantor Gojek Jogja, Jalan Tentara Zeni Pelajar No 18 Jetis, Jogja, kemarin.
Lasmi mengaku, sebelum mendaftar sudah mendapat izin dari pihak keluarga. Justru kedua anaknya mendukung agar dirinya mendaftar Gojek sebagai mengisi kegiatan. “Iya anak saya, dua-duanya mendukung. Tidak masalah, karena dua-duanya sudah kuliah semua,” ungkapnya.
Ia menuturkan, mendapatkan informasi pendaftaran driver Gojek sekitar satu bulan lalu. Kemudian, setelah mendaftar pada Jumat (13/11) kemarin, ia dipanggil dan mengikuti pelatihan. “Sudah mulai beroperasi, tapi tadi ada empat pesanan yang lolos, karena kalah cepat. Saya masih kesulitan menggunakan aplikasinya,” ujarnya sambil tertawa.
Pesanan yang dimaksud, yakni panggilan dari aplikasi Gojek dalam ponsel android. Saat ada bunyi panggilan, pengemudi harus langsung merespons dengan mengklik pesanan. “Belum terbiasa menggunakan programnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Widi salah satu driver Gojek mengaku, mendatar untuk mendapatkan uang tambahan. Mahasiswa S2 UGM mengungkapkan, mendaftar pada Jumat (13/11) lalu dan setelah memenuhi persyaratan, ia mendapat helm, jaket, masker, buku panduan dan seperangkat ponsel android dengan aplikasi Gojek. “Saat ini masih promo, sehingga jauh dekat tarifnya Rp 10 ribu. Tapi masih sepi, belum banyak pelanggan,” ujarnya.
Asisten Manajer Gojek Jogyakarta, Tio menuturkan, pendaftaran sampai saat ini, sudah masuk 300 orang. Sementara mengenai target driver, pihaknya belum mengetahui secara pasti. “Pendaftaran sudah mulai sejak Senin (9/11) lalu,” ujarnya singkat.
Sejak Senin pagi kemarin, beberapa orang berdatangan ke Jalan Tentara Zeni Pelajar No 18 untuk mendaftar menjadi pengemudi Gojek. Namun karena perangkat android kehabisan, pendaftaran untuk sementara ditutup.
Beberapa orang yang telah lolos seleksi pendaftaran, lalu mengambil perangkat Gojek seperti helm, jaket, android, masker dan panduan. Mereka lantas memulai beroprasi mencari penumpang.
Cara untuk memesan layanan Gojek, penumpang harus menginstal terlebih dahulu aplikasi Gojek di ponsel berbasis android, iphone atau blackberry. Selanjutnya mengisi data diri, mulai dari email, nama dan no telepon. Setelah data diverifikasi,calon penumpang dapat segera melakukan pemesanan.
Dalam aplikasi Gojek ada menu antar go-ride, antar barang go-send, antar makanan go-food, berbelanja go-mart, dan masih banyak lagi, seperti go-busway, go-box, go-clean, go-glam dan panggilan pijat go-massage.
Untuk pesan antar, penumpang harus memasukan lokasi asal dan lokasi tujuan. Baru setelahnya akan diketahui estimasi jarak dan biaya yang harus dikeluarkan. “Tapi untuk hari ini baru go-ride, go-send, go-food dan shoping yang bisa. Masih promo Rp 10 ribu maksimal 25 km,” kata Kurniary, driver Gojek yang disewa Radar Jogja, kemarin.
Warga Demangan itu mengatakan, baru hari kemarin ia beroperasi. Sehari-hari ia bekerja wiraswasta sebagai pembuat etalase. Ia mendapat informasi pendaftaran Gojek dari rekannya. “Daripada banyak nganggur di rumah. Ini juga dari tadi kalah cepet sama yang lain. Baru masnya ini,” ujarnya sore kemarin.
Menurutnya, dibandingkan dengan ojek konvensional, Gojek lebih menguntungkan. Karena tidak banyak waktu terbuang untuk mangkal. Pemasukan diimbangkan dengan jumlah penumpang atau barang yang dikirim. Mengenai pembayarannya, bisa dengan kredit Gojek atau langsung setelah sampai lokasi. (riz/jko/ong)