SLEMAN – Ancaman terorisme membuat berbagai pihak meningkatkan keamanan. Utamanya tempat-tempat umum dan berpotensi menjadi sasaran teroris. Salah satunya candi yang merupakan benda cagar budaya bernilai sejarah tinggi.
Kepala Seksi Pelindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan Badan Pelestarian Benda Cagar Budaya (BPCB) DIJ Dra Wahyu Astuti MA mengatakan, terkait ancaman terorisme yang mungkin menyerang sejumlah situs-situs cagar budaya, pihaknya telah memperketat pengamanan. Selain meningkatkan jam patroli, BPCB DIJ selama ini juga telah mengerahkan pengamanan satpam selama 24 jam nonstop.
Selain itu, patroli pengamanan secara berkala oleh Polsus dengan melibatkan personel Polri juga terus dilakukan. Disebutkan, berkait sistem pengamanan situs candi, BPCB DIJ selama ini juga telah memasang pagar areal situs dan memasang kamera CCTV.
Terhadap sejumlah kawasan situs candi yang langsung berbaur dengan pemukiman warga sehingga sulit dilakukan pemagaran, BPCB juga telah menggunakan pantauan dengan sistem drone. Fungsinya untuk memetakan luasan candi dari arah atas.
Dengan sistem drone, memungkinkan untuk menentukan batas areal situs, sehingga pengamanan batas wilayah bisa lebih optimal. Namun demikian, berkait ancaman teroris yang mungkin saja terjadi, pihaknya telah mempertimbangkan dibentuknya satuan khusus atau pelatihan petugas pengamanan candi bekerjasama dengan unsur lain seperti TNI.
Diakui untuk pengamanan situs candi dengan kamera CCTV memang belum semuanya memiliki. Pengamanan ketat memang baru dilakukan terhadap candi-candi besar, terutama Candi Prambanan yang sudah masuk sebagai worlds heritage dan Candi Boko serta Candi Borobudur.
“Ke depan kami akan terus meningkatkan pengamanan baik dari aspek personel maupun peralatan, karena ancaman yang semakin beragam,” tandas Wahyu. (sky/laz/ong)