PR STPMD “APMD” for Radar Jogja

TAHUN EMAS: Ketua STPMD “APMD”, Habib Muhsin dalam kegiatan bakti sosial pembagian sembako dan pengobatan gratis dalam rangka memperingati 50 tahun berdirinya STPMD “APMD” Yogyakarta.
TAHUN 2015 ini, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) “APMD” genap berusia 50 tahun. Berbagai kegiatan telah digelar untuk menyemarakkan peringatan tahun emas APMD ini. Kegiatan-kegiatan dalam rangka Dies Natalis ke-50, digelar sepanjang tahun 2015, sejak Februari tanpa henti.
Dalam kiprahnya du dinia pendidikan, kampus yang terletak di jalan Timoho 317 Yogyakarta ini membuka program D3 Pembangunan Masyarakat Desa, S1 Ilmu Pemerintahan, Ilmu Sosiatri dan Ilmu Komunikasi, serta S2 Ilmu Pemerintahan. Mahasiswa datang dari Sabang sampai Merauke, baik dengan biaya sendiri maupun beasiswa dari pemerintah daerah setempat. APMD juga memberikan atau memfasilitasi beasiswa Bidik Misi yang dianggarkan oleh pemerintah.
Untuk perayaan HUT setengah abad ini, beberapa kegiatan hanya melibatkan internal kampus, misalnya doa bersama setiap bulan, ziarah ke makam para pendiri dan perintis APMD, pamer unit kerja, niti laku, laporan tahunan, dan malam tirakatan.
Beberapa kegiatan yang lain melibatkan publik secara luas, misalnya: seminar nasional dan workshop membangun kemandirian desa, yang telah terlaksana untuk menyambut implementasi Undang-Undang Nomor 6/2014 Tentang Desa, melibatkan perangkat desa dari DIY dan Jateng. Bagi APMD, UU Desa adalah semangat dan nafas baru untuk mempercepat pembangunan Indonesia. Selama ini desa ditinggalkan, kini saatnya tampil ke depan.
“Di kampus ini seminar ilmiah dan pertemuan-pertemuan dengan perangkat desa dilakukan selama RUU Desa digodog di DPR” kata Ketua STPMD “APMD”, Habib Muhsin, S.Sos,. M.Si,.
Karena itu, lanjut Habib Muhsin, APMD telah mencanangkan membangun Indonesia dari desa, dan UU Desa adalah salah satu pendorongnya. APMD bangga dengan UU Desa karena Sutoro Eko, mantan Ketua STPMD “APMD” adalah salah satu tim ahli pembuatan UU Desa tersebut.
Kegiatan lain, dilakukan penandatanganan MoU dengan Desa Mitra, yaitu Desa Hargorejo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo. Selain itu, kegiatan Seminar Internasional juga akan digelar, namun baru akan dilaksanakan pada bulan Februari 2016 nanti.
Di bidang seni dan budaya, digelar pentas jathilan, festival kuliner dan malam budaya nusantara – yang menampilkan tarian dari para mahasiswa dari Aceh sampai Papua, lomba stand up comedy dan lomba memamsak untuk siswa SLTA.. Malam puncak, akan diadakan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk bersama Ki Seno Nugroho, malam ini (17/11), mulai pukul 21.00 WIB, dengan lakon “Semar Mbangun Desa”. Akan tampil pula dua pelawak Yogyakarta sebagai bintang tamu, yaitu Den Baguse Ngarso dan Gareng Rakasiwi.
Sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar, STPMD menggelar pembagian sembako dan pengobatan gratis, serta sunatan masal. Masing-masing sudah dilaksanakan pada Juni dan Juli 2015 yang lalu. Selain itu juga digelar aksi donor darah, bekerja sama dengan PMI Cabang Yogyakarta.
Sebagai penghormatan kepada Pendiri STPMD “APMD” Drs. M.Soetopo, M.M. (almarhum), tahun ini juga direhap sebuah ruang kampus, dan akan diresmikan sebagai Ruang M.Soetopo. Ruangan ini akan digunakan sebagai ruang seminar dan kegiatan ilmiah lainnya.
“Jasa-jasanya besar bagi keluarga besar APMD khususnya, dan masyarakat pada umumnya, terutama masyarakat desa, melalui pengembangan ilmu pengetahuan yang didedikasikan untuk pembangunan masyarakat dDesa. Maka sudah selayaknyalah nama beliau kami abadikan sebagai tanda penghormatan dan cinta kami kepada beliau,” ujar Ketua Panitia Dies Emas STPMD “APMD”, Dra. Widati, Lic.rer.reg.(**/jko/ong)