ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
TOTAL: Anggota Laskar saat menghadiri pengajian dan deklarasi dukungan di kediaman Suharso.
SEWON – Laskar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) se-Bantul benar-benar berkomitmen mendukung pencalonan Suharsono – Abdul Halim Muslih (Suharsono-Halim). Untuk mewujudkan komitmen ini ribuan anggota laskar berani menanggalkan beragam atribut PPP kemudian tergabung dalam Gerakan Masyarakat Pendukung Perubahan.
Anggota Laskar Suara Jihad Maming Triyono menegaskan, ribuan anggota laskar sudah memutuskan untuk berseberangan dengan kebijakan yang diambil DPC PPP. Sebab, kebijakan struktural PPP dinilai tidak sesuai dengan prinsip-prinsip dasar yang dianut partai.
“Pimpinan perempuan tidak diperbolehkan,” tegas Maming.
Penegasan itu menyinggung kebijakan DPC PPP Bantul yang mendukung pasangan Sri Surya Widati – Misbakhul Munir usai deklarasi dukungan Gerakan Masyarakat Pendukung Perubahan dan pengajian di kediaman Suharsono Minggu (15/11) lalu. Sebelum menghadiri deklarasi, sekitar 2500 massa dari berbagai laskar PPP ini terlebih dahulu menggelar konvoi berkeliling Bantul.
Para anggota laskar, kata Maming, tak sekadar mendukung pasangan Suharsono – Halim. Lebih dari itu, mereka juga siap mengamankan suara dan memenangkan pasangan Suharsono – Halim pada 9 Desember mendatang.
“Gerakan ini akan menarik simpati pemilih pemula untuk membawa misi perubahan di Bantul,” tandasnya.
Komandan Laskar Haidar Yasir Veri. Menurutnya, sikap anggota laskar yang menanggalkan identitas dan atribut PPP pada pilkada 2015 sebagai salah satu bentuk penolakan terhadap kebijakan partai.
“Prinsip kami tidak bisa dijual,” tegasnya.
Tak hanya dari anggota dan komandan laskar, langkah pembelotan ini ternyata juga didukung sesepuh laskar PPP DIJ Sulaiman. Pria yang membidani lahirnya laskar PPP di DIJ ini mengaku kecewa dengan keputusan yang diambil DPW dan DPC PPP. Sebab, pengambilan kebijakan tersebut tanpa melibatkan para sesepuh dan kader partai.”Keputusan diambil sepihak,” ketusnya.
Karena itu, Sulaiman mencurigai ada transaksi politik di balik keputusan struktural PPP yang berlabuh ke pasangan Sri Surya Widati – Misbakhul Munir.(zam/din/ong)