MAGELANG – Tim Gabungan Pemkot Magelang mengamankan delapan pelajar SMP dan SMA. Ke-8 siswa tersebut ditangkap saat berkeliaran pada jam sekolah. Memang, saat ini tim gabungan tengah gencar melakukan razia pada para siswa yang berada di jalanan saat jam belajar. Mereka beralasan, ingin menciptakan jam belajar yang efektif.
Salah satu yang digelandang merupakan siswi yang tengah berpesta minuman keras (miras) di sebuah cafe. Razia yang dilakukan Satpol PP dan Dinas Pendidikan tersebut, dibantu aparat kepolisian Polres Magelang Kota. Saat melakukan razia, sempat menimbulkan aksi kejar-kejaran dari tiga siswa yang tengah pesta miras dan hanya satu yang tertangkap. Kemudian, mereka dibawa ke Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Magelang untuk diberi pembinaan dan pemeriksaan.
“Upaya ini digelar agar tidak ada lagi pelajar yang bolos sekolah. Termasuk juga menanamkan sikap disiplin para pelajar,” kata Kasubag Umum Kepegawaian Disdik Kota Magelang Imam Santoso kemarin (16/11).
Imam menjelaskan, razia pelajar ini bertujuan menciptakan jam belajar yang efektif bagi para siswa. Selain itu, untuk menekan tawuran antarpelajar.
“Kami juga tidak menginginkan para pelajar membolos saat jam pelajaran berlangsung. Razia semacam ini menjadi agenda rutin selama dua kali dalam sebulan untuk mendorong perilaku pelajar selalu tertib,” tegasnya.
Mereka yang tertangkap langsung dicatat datanya. Selanjutnya, akan dipanggil guru atau kepala sekolah yang bersangkutan.
“Kami harap sekolah juga intens dalam mengawasi muridnya,” tegasnya.
Sementara itu, sebagian besar siswa yang kedapatan membolos ini beralasan, sudah terlambat masuk ke sekolah. Mereka memilih tak mengikuti upacara bendera dan nongkrong di sejumlah warung kelontong.
Tak hanya mengamankan tujuh pelajar yang membolos, petugas gabungan juga menjaring tiga siswi tengah asyik berpesta miras. Perempuan berinisial MCS, 16, warga Salaman, Kabupaten Magelang itu diamankan petugas dan terancam diberikan tindak pidana ringan (tipiring).
“Saat ditangkap, mereka masih mengenakan seragam sekolah. Satu perempuan yang diduga sedang pesta miras berhasi diamankan,” kata Kanit Bintipmas Satbinmas Polres Magelang Kota Aiptu Sumarni.
Di hadapan petugas, awalnya MCS mengaku dirinya pelajar salah satu SMK di Kota Magelang. Namun, saat guru sekolah yang bersangkutan dipanggil, ternyata diketahui MCS sudah dikeluarkan dari sekolah sejak 2013.
“Dia bukan siswi kami. Memang dulu pernah, tetapi sudah dikeluarkan. Karena sekolah merasa tak sanggup membinanya,” ungkap Shinta, guru yang dipanggil petugas.
Terhadap MCS yang menyamar sebagai siswa, petugas kepolisian akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam. Bila tervonis melakukan pesta miras, MCS bisa mendapat sanksi tipiring.(dem/hes/ong)