DWI AGUS/Radar Jogja
JOGJA – Besi tua tak terpakai, bakal menjadi bernilai di tangan seorang Cahyo Basuki. Tumpukan besi rongsokan, oleh pria yang akrab disapa Yopi ini, diubah menjadi karya seni. Potongan-potongan besi dibentuk hingga menjadi objek seni tersaji dalam pameran bertajuk Second Skin.
Pameran yang berlangsung di Jogja Contemporary ini, menyajikan 21 karya kreatifnya. Besi-besi bekas disusun hingga menjadi mahkota, topeng dan objek seni lainnya. Bahan baku yang digunakan juga terdiri dari lempengan besi, gir, kawat, hingga gunting yang sudah berkarat.
“Ini lah salah satu cara saya untuk bersenang-senang. Melalui karya ini, saya ingin berbagi kesenangan dengan orang lain. Saya melihat karya-karya ini sebagai mainan yang saya ciptakan sendiri,” ungkapnya (16/11).
Karya Yopi dibuat sejak 2013 hingga 2015. Selain besi, juga menghadirkan karya berbahan batu. Ini terwujud dalam karya yang berjudul Artefak yang menyerupai telepon gagang. Ada juga Sisyphus After Rodin yang tergantung rantai di langit-langit Jogja Contemporary.
“Berkarya membuat mainan merupakan kesenanganku. Di sisi lain juga menentramkan dan merupakan caraku beribadah juga,” terang Yopi.
Tidak hanya hadir sebagai karya seni, karya Yopi juga bersifat interaktif. Artinya pengunjung bisa memegang hingga memakainya sebagai topeng atau mahkota. Dengan interaksi ini, pengunjung dapat merasakan apa yang dirasakannya. “Berbicara mengenai proses dalam menciptakan karya adalah area bermain yang penuh kejutan bagi saya. Sering blusukan ke pasar loak, membeli potongan besi, onderdil bekas, atau barang-barang lain. Saya desain dan rangkai seperti puzzle, mix and match untuk menjadi sebuah karya,” terangnya.(dwi/jko/ong)