BANTUL – Obat-obatan terlarang dari berbagai jenis mendominasi ribuan barang bukti yang dimusnahkan di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul, kemarin (16/11). Yang lainnya berupa barang bukti dari berbagai tindak pidana umum.
Kasi Pidum Kejari Bantul Cipi Perdana menyebutkan, jumlah obat-obatan psikotropika yang dimusnahkan sebanyak 2.375 butir. Tak hanya psikotropika, barang haram jenis narkotika juga turut dibakar. “Ada shabu seberat 9,97 gram dan ganja 103,4 gram,” terang Cipi di sela pemusnahan barang bukti di halaman Kejari Bantul.
Dia menguraikan, ribuan obat-obatan psikotropika dan seratusan gram narkotika merupakan barang bukti dari 33 perkara yang ditangani kejari. Ke-33 perkara ini dalam kurun waktu April hingga pertengahan November. “Kemudian ada juga tujuh buah pipa dan empat set alat hisap,” urainya.
Hingga kemarin sebetulnya masih ada sejumlah barang bukti berupa narkotika dan psikotropika. Hanya saja, berbagai barang bukti tersebut tidak ikut dimusnahkan lantaran proses hukumnya belum selesai. Selain narkotika dan psikotropika, puluhan barang bukti dari berbagai perkara tindak pidana umum juga ikut dimusnahkan bersamaan.
Dari perkara peredaran minuman beralkohol, misalnya, sedikitnya ada 49 botol arak, 8 botol bir bintang, dan 8 botol anggur merah.”Kemudian ada empat mesin judi dingdong berikut 380 koin, satu set peralatan cliwik, dan dua unit handphone,” paparnya.
Kepala Kejari Bantul Siti Aisyah menegaskan, Korps Adhyaksa tak hanya berwenang sebagai penuntut umum. Lebih dari itu, Kejari juga berhak memusnahkan barang bukti dari perkara yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.”Dari berbagai perkara. Mulai obat-obatan terlarang, judi, dan miras,” ungkapnya.
Dibanding tahun lalu, Aisyah melanjutkan, jumlah perkara penggunaan obat-obatan terlarang yang ditangani kejari pada tahun ini tidak jauh berbeda. Begitu pula dengan jumlah perkara tindak pidana umum lainnya.(zam/din/ong)