UII For Radar Jogja
PRESTASI: Mobil listrik Kaliurang Unisi menjuarai Kompetisi Mobil Listrik Indonesia VII yang digelar di Politeknik Negeri Bandung pada 13-15 November.
SLEMAN- Belum genap dua minggu diluncurkan, mobil listrik android karya mahasiswa Universitas Islam Indonesia mampu menorehkan tinta emas di kancah nasional. Mobil berlabel “Kaliurang Unisi” menjuarai Kompetisi Mobil Listrik Indonesia VII yang digelar di Politeknik Negeri Bandung pada 13-15 November.
Start di posisi ke-2 di belakang tim mobil listrik UGM, Kaliurang Unisi menjadi yang tercepat mencapai garis finish. Kaliurang Unisi mengungguli 22 kompetitornya yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi se-Indonesia.
Tak hanya juara dalam speed test, tim UII juga meraih predikat Best Teknologi dalam kompetisi mobil listrik Indonesia. Prestasi itu berkat inovasi teknologi yang diterapkan berbasis android. Dengan begitu, Kaliurang Unisi dapat dikendalikan dari jarak jauh, tanpa sopir di balik kemudi.”Karena ini pula, Kaliurang Unisi juga dinobatkan sebagai yang terbaik dalam kategori Inovasi Teknologi,” ujar Ketua Tim Mobil Listrik UII Nazri Afandi Pasaribu kemarin (17/11).
Nazri mengatakan, Kaliurang Unisi tercipta berkat tangan-tangan cekatan mahasiswa dari enam program studi, yakni Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Elektro, Teknik Informatika, Teknik Kimia, dan dan Teknik Sipil. Tim di bawah bimbingan dosen Proodi Teknik Elektro.
Masing-masing jurusan memiliki peran masing-masing dalam pembuatan mobil generasi dua tersebut. Nazri merinci, teknologi baterai dikembangkan oleh mahasiswa Teknik Kimia, sedangkan teknologi android dan informasi oleh tim Teknik Informatika.
Mahasiswa Teknik Elektro memegang kontrol dan motor, sementara dari Teknik Mesin dan Teknik Industri membuat desain body. Pengujian kekuatan material oleh tim Teknik Sipil.”Dibanding lainnya, keunggulan mobil listrik ini saat di track lurus dan tikungan. Sebab, kami menggunakan ban yang lebih besar,” ujar Nazri.
Dalam uji kecepatan tersebut, Kaliurang Unisi dikemudikan Muhammad Haikal Izkayoga,19, mahasiswa Prodi Teknik Mesin angkatan 2015. “Mobil lain sebenarnya juga hebat dan cepat. Tapi, kondisi dan teknologi mobil yang saya kendarai memang lebih unggul,” ujarnya.(yog/din/ong)