BANTUL – Kawula Mataram dan Kelompok Penambang Progo (KPP) kembali menyusun kesepakatan baru. Itu setelah ada beberapa poin yang telah disepakati pada pertemuan Jumat (13/11) lalu ditolak oleh anggota masing-masing kelompok.
Di antara poin kesepakatan lama yang ditolak adalah mengenai truk berpelat nomor luar DIJ tidak diperbolehkan mengambil pasir langsung dari penambang. Truk luar harus mengambil pasir dari depo. “Jangan mengotak-kotakkan wilayah. Toh, semua adalah bagian dari NKRI,” tandas Ketua KPP Gandung Juwantoro usai pertemuan di kantor Satpol PP Bantul, kemarin (17/11).
Gandung tak membantah bila selama ini banyak truk luar DIJ yang mengambil pasir dari penambang. Selain dari Sragen, dan Klaten, truk luar yang mengambil pasir juga dari wilayah Purworejo.
Gandung menilai, larangan truk luar DIJ mengambil pasir langsung dari penambang tidak relevan. Sebab, ide pasar pasir yang digagas pada pertemuan sebelumnya masih sebatas wacana. Membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun lagi untuk merealisasikan gagasan yang diproyeksikan untuk mengakomodasi truk luar DIJ ini.
Di samping itu, stok pasir di depo juga terbatas. Tak sedikit depo yang telah memiliki pelanggan masing-masing. “Untuk soal harga tidak ada perubahan,” tandasnya.
Menurutnya, harga yang disepakati antara Kawula Mataram dan KPP maksimal Rp 65.000 perkubik. Harga ini jauh lebih murah dibanding yang diberikan para penambang kepada truk luar. Satu rit, misalnya, truk lokal diberikan harga kisaran antara Rp 400 ribu hingga Rp 550 ribu. Adapun truk luar diberikan harga kisaran Rp 600 ribu hingga Rp 700 ribu per rit.”Soal antrean truk kesepakatannya satu banding satu,” ungkapnya.
Semula, Kawula Mataram mengusulkan antrean satu banding tiga. Artinya, satu truk luar kemudian di belakangnya antrean tiga truk lokal. Menurut Gandung, usulan pihak truk ini bisa merugikan penambang. Sebab, keuntungan yang diperoleh para penambang menipis, bahkan bisa tekor. Toh, truk lokal juga sudah diberikan harga yang lebih murah. “Selisih harga dari truk luar kita manfaatkan untuk menjaga posisi pendapatan kita,” tuturnya.
Ketua Paguyuban Kawula Mataram Sigit Fajar akan mensosialisasikan sejumlah kesepakatan kepada para anggotanya. Kesepakatan ini berlaku mulai kemarin. “Poin-poin ini, termasuk harga juga bisa berubah lagi sesuai dengan kesepakatan antara Kawula Mataram dan KPP,” tambahnya.(zam/din/ong)