GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
POTENSI: Persiba Bantul akan tetap mengandalkan pemain-pemain lokal untuk mengisi skuad musim kompetisi mendatang.
BANTUL – Saat ini perhelatan turnamen sepak bola banyak digelar di tanah air. Meskipun begitu, justru kepastian digelarnya kompetisi belum menemui titik terang. Salah satu penyebabnya adanya perseteruan Kemenpora dengan PSSI.
Hal inilah yang membuat klub-klub dari divisi utama menjadi terkatung-katung. Di saat tim-tim ISL mengikuti turnamen Piala Jenderal Sudirman, tim dari Divisi Utama lebih memimilih vakum menunggu kepastian arah kebijakan sepak bola nasional.
Manajer Persiba Bantul Endro Sulastomo mengatakan, pihaknya belum memiliki rencana apapun terkait masa depan Persiba.Sebab, hingga saat ini belum ada arahan soal penyelenggaraan kompetisi Divisi Utama.
Meski begitu, Endro tetap berkeyakinan tim transisi Kemenpora dapat memutar kembali kompetisi. “Kami masih menunggu dari tim transisi kompetisi kedepan seperti apa,” jelas Endro Selasa (17/11).
Pria yang kesehariannya menjabat sebagai anggota legislatif Bantul ini berharap kompetisi bisa digelar secepatnya. Bila perlu, pasca penyelenggaraan Piala Jendral Sudirman sudah ada kejelasan mengenai nasib kompetisi sepak bola di Indonesia.
Dia menyebut sejauh ini Persiba sudah cukup siap bila kompetisi Divisi Utama diselenggarakan tahun depan. Sebab pasca kompetisi dihentikan, Persiba tetap aktif mengikuti turnamen yang digelar mulai dari Piala Kemerdekaan dan yang terakhir Plumbon Cup di Karanganyar. “Kami relatif mudah untuk mengumpulkan skuad. Sebab skuad yang ada ini kami liburkan jika tidak ada kompetisi atau turnamen,” jelasnya.
Bahkan sebelumnya, manajemen Persiba sendiri sudah bertekad untuk membangun Laskar Sultan Agung dengan talenta-talenta muda lokal. Dan nama Seto Nurdiyantra, menjadi kandidat yang akan didatangkan manajemen untuk membesut skuad Laskar Sultan Agung. (bhn/din/ong)