RADAR JOGJA FILE
GENJOT: Pembalap downhill Kota Jogja Ditra Pranata sedang menyelesaikan balapan saat berlaga di Porda 2015 lalu. Di kelas ini Ditra menyabet juara 2.
JOGJA-Komitmen untuk memayungi para atlet daerah agar memperoleh pelatihan dan pembinaan yang maksimal, KONI DIJ merancang program kepelatihan bagi atlet-atlet daerah. Ini bertujuan agar penyelenggaraan dari Pekan Olahraga Daerah (Porda) ke Porda secara kualitas dan prestasi atlet menunjukkan peningkatan.
“Harapannya di setiap penyelenggaraan Porda persaingan atlet antar daerah sangat ketat, yang berarti menunjukan kualitas dari Porda itu sendiri, bukan saja didominasi satu atau dua daerah saja,”ujar Ketua Umum KONI DIJ GBPH Prabukusumo saat pemberian tali asih atlet berprestasi belum lama ini.
Ditegaskannya, keberhasilan atlet dalam mendulang prestasi tidak lepas dari kerja keras para pelatih. Karena pelatih juga belajar bagaimana mencetak atlet berprestasi. Dan pelatih yang baik selain bisa melatih secara disiplin juga memiliki kemampuan membaca kekuatan lawan. Sehingga, atlet memiliki bekal untuk memaksimalkan perjuangannya dalam mengukir prestasi.
Untuk itu, KONI DIJ merancang program kepelatihan untuk atlet-atlet daerah. Mereka akan mendapat program pelatihan dari seluruh pelatih puslatda di semua cabang olahraga.
Ditambahkannya, dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil seluruh pelatih puslatda. “Kami kondisikan di waktu kosong para pelatih di Desember, sebelum program puslatda PON 2016 dimulai para pelatih turun ke daerah dulu,”ujarnya.
Menurutnya, program latihan menyesuaikan jadwal kosong para pelatih dan setidaknya program pelatihan dilakukan selama satu minggu. Atlet daerah yang akan mendapat pelatihan yakni para atlet Gunungkidul dan Kulonrpogo. Sehingga harapannya, di Porda yang akan datang, kualitas para atlet dapat meningkat. “Program ini akan kami buat rutin, kalau bisa setahun dua atau tiga kali,”ujarnya.
Ya, Gunungkidul dan Kulonprogo dinilai belum maksimal dalam menunjukkan prestasi olahraga. Ini terlihat dalam perhelatan Peka Olahraga Daerah (Porda), dua kabupaten ini selalu beradaa di posisi bawah.
Ketua KONI DIJ GBPH Prabukusumo menjelaskan, pelatih yang akan diturunkan nantinya bakal memberikan program unggulan. KONI DIJ akan memberikan uang transport sebagai penunjang mereka dalam menuntaskan programnya di lapangan.
“Kami akan kirim pelatih-pelatih cabor dari Jogja, Bantul, dan Sleman untuk memberikan latihan serta motivasi selama sepekan ke Kulonprogo dan Gunungkidul sesuai cabornya masing-masing,”
Gusti Prabu berharap, dengan latihan sepekan yang diberikan oleh para pelatih, prestasi olahraga di dua wilayah tersebut bisa terangkat. Bila program perdana ini berhasil, maka KONI akan menjadikan agenda tersebut menjadi agenda tahunan. “Dengan begini tlet-atlet di Kulonprogo dan Gunungkidul bisa bersaing dengan Jogja, Bantul, dan Sleman,” tandasnya.
Dia meminta kepada semua pelatih yang telah ditunjuk untuk segera mempersiapkan programnya di lapangan. Dia memberi tenggat waktu hingga Jumat (20/11), supaya program yang akan diaplikasikan di lapangan sudah harus siap. (dya/bhn/din/ong)