JOGJA – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso menyebut beberapa narkoba jenis baru yang masuk ke Indonesia harus diwaspadai. Sebab, saat ini sindikat narkoba jenis baru sudah sangat canggih. Yaitu bisa dimasukkan dalam bentuk tisu, makanan dan minuman.
Buwas, panggilan Budi Waseso mengatakan, saat ini di Indonesia tercatat sudah ada 38 narkoba jenis baru dari 350 jenis baru di dunia. Ia berpesan kepada para orang tua untuk berhati-hati adanya permen yang mengandung narkoba.
“Anak kita ini kritis, rasa ingin tahunya besar. Sekarang mulai banyak narkoba jenis baru yang menyasar anak-anak seperti permen narkoba dan sticker narkoba yang mengandung narkoba, itu bahaya,” ujarnya saat di Aula Serbaguna Makorem 072 Pamungkas, kemarin (18/11).
Selanjutnya, apabila tidak dihentikan maka anak-anak akan mudah terpengaruh dan bisa jadi pecandu tanpa disadari. “Nanti dia akan cari terus permen itu dan akan kecanduan,” imbuhnya.
Buwas mengatakan narkoba jenis baru ini datang dari berbagai dunia seperti Tiongkok, Taiwan, Belanda dan Nigeria. Oleh karena itu, peredaran narkoba jenis baru ini akan terus dipantau BNN.
Walaupun di beberapa negara sudah menetapkan produk-produk yang masuk dalam narkoba jenis baru. Saat ini pihaknya sedang meneliti beberapa produk yang dinilai mengandung narkoba.
“Ada yang berbentuk tisu makanan minuman itu yang kita teliti. Itu sudah ditentukan di dunia, namun di kita belum dikonstruksikan dalam golongan apa. Ini yang sedang didiskusikan,” ujarnya.
Buwas belum mengetahui daerah-daerah mana saja yang sudah dimasuki narkoba jenis baru. Namun ia menegaskan jika hampir seluruh daerah di Indonesia sudah dimasuki produk-produk narkoba jenis baru. Untuk itu perlu peran masyarakat untuk memberantas narkoba jenis baru.
Selain itu ia juga tengah membendung peredaran narkoba dari luar negeri. “Kita kerja sama dengan bea cukai dan kementerian luar negeri. Kita sudah lakukan ada wadahnya dalam penanggulangan narkoba tingkat dunia,” ujarnya. (riz/laz/ong)