SLEMAN – Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di tiga kabupaten di Jogjakarta, Polda DIJ menggelar apel Cipta Kondisi, Rabu (18/11) pagi kemarin. Operasi dengan sandi Mantap Praja Progo 2015 itu mengerahkan sebanyak 250 personel. Mereka akan disebar di 3 kabupaten untuk memback up polres yang wilayah hukumnya ada pilkada.
Kapolda DIJ Brigjen Pol Erwin Triwanto mengatakan, operasi pengamanan tersebut bertujuan untuk menjaga kambtibmas menjelang dan setelah pilkada berlangsung. Operasi mulai dilaksanakan Rabu (18/11) hingga 22 Desember 2015 mendatang.
“Ini kegiatan preventif skala besar yang melibatkan pasukan, tujuannya memperlihatkan kepada masyarakat bahwa polisi memberikan rasa aman jelang 9 Desember,” katanya kepada wartawan di Mapolda DIJ, kemarin (18/11).
Pelaksanaan kegiatan, lanjutnya, lebih pada kegiatan preventif pada semua kegiatan yang berpotensi menyulut friksi antarpendukung calon. “Kambtibmas kita prioritaskan. Friksi antarpendukung kita antisipasi, intelejen dan brimob kita turunkan,” tandasnya.
Selain itu, jenderal bintang satu ini mengatakan, apabila ditemukan pelanggaran hukum, akan ditindak sesuai dengan aturannya. “Ada eskalasinya, protapnya jelas, tapi tidak ada peluru tajam,” terangnya.
Disinggung mengenai potensi kerawanan, ia menilai beberapa daerah masih kondusif terkondisikan. “Awalnya kita prediksi Gunungkidul, tapi ternyata aman. Bergeser ke Sleman juga tidak ada gesekan yang berarti. Kita harap aman terus sampai 9 Desember,” ujarnya.
Karo Ops Polda DIJ Kombes Pol Kushariyanto, sebagai Karendal Ops menambahkan, ke 250 personel akan dibagi dalam 6 tim, tiap tim beranggotakan 40-an personel. Tiga tim akan beroperasi ke tiga kabupaten yang mengadakan pilkada. “Dari enam itu bergantian, nanti sehari ke tiga kabupaten itu. Memback up petugas yang ada di polres-polres,” terangnya.
Beberapa tempat yang menjadi perhatian, di antaranya kantong-kantong pendukung, KPU, rumah calon bupati dan wakil bupati dan tim sukses. “Tiap hari mobile, nanti tergantung ketua timnya. Standby di polres dan tempat-tempat yang jadi atensi, tim pemenang. Mengamati situasi lalu bisa bergeser ke tempar lain,” terangnya. Tim gabungan yang diterjunkan berasal dari Sabhara, Serse, Satnarkoba, Brimob, Binmas, Prophos, Humas dan Satlantas. (riz/jko/ong)