JETIS – Jumlah Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) bertambah. Itu menyusul peresmian LDPM di Jetis, Patalan, Kecamatan Jetis, kemarin (17/11).
Dengan berdirinya LDPM ini, ketersediaan stok pangan dan pemberdayaan kelompok tani (klomtan) dapat tercapai.
Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIJ Arofah Nur Indriani menguraikan, fungsi LDPM sangat tampak saat memasuki puncak panen.
LDPM menampung dan membeli hasil panen para petani dengan minimal harga yang ditetapkan pemerintah. “Fungsi pemberdayaan masyarakat ya di sini,” tegas Arofah membantah bila ada banyak LDPM di DIJ yang tidak berfungsi.
Menurutnya, seharusnya yang berperan menampung dan membeli gabah para petani adalah Bulog. Tetapi, saat panen raya Bulog kuwalahan. Di samping itu, Bulog juga hanya membeli dari kelompok tani (klomtan). Nah, peran inilah yang kemudian dihandle oleh LDPM.”LDPM dapat membeli langsung dari petani,” ujarnya.
Arofah menguraikan, fungsi LDPM tidak sekadar membeli bahan pangan dari petani. LDPM juga berfungsi menjaga stabilitas harga bahan pangan bila hasil panen para petani melimpah sekaligus suplai. Tak kalah penting lagi, LDPM juga dapat menjadi unit bisnis.
“Gabah yang telah dibeli dari petani bisa dikemas lima kiloan kemudian dijual ke KFC atau lainnya,” ungkapnya.
Arofah menyebutkan, jumlah LDPM di DIJ sebanyak 54 unit. Kemudian, BKPP mendirikan enam unit lagi pada tahun ini. Termasuk di antaranya LDPM di Dusun Jetis. Tak sekadar membangun, BKPP juga memfasilitasi LDPM dengan beragam bantuan dan modal.”Stok pangan dan operasional LDPM selalu kami monitoring,” jelasnya.
Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, ketersedian pangan sebagai salah satu kebutuhan dasar. Gejolak sosial yang berujung pada potensi ancaman ketahanan nasional dapat terjadi bila ketersedian pangan tak tercukupi.
“Dan bank dunia telah memperingatkan bahwa cadangan pangan di Indonesia berada dalam titik terendah,” tuturnya.
Karena itu, yang dibutuhkan saat ini tidak sekadar meningkatkan produksi bahan pangan. Lebih dari itu, manajemen pengelolaan bahan pangan yang efektif dan efisien juga sangat diperlukan.(zam/din/ong)