BANTUL – Korps Bhayangkara kembali tercoreng. Gara-gara sakit hati oknum anggota polres Bantul berinisal Bd diduga menganiaya Waginem, 49. Akibatnya, perempuan yang juga tercatat sebagai kader PDIP tersebut mengalami sakit di bagian kepala, sehingga harus dibawa ke Puskesmas.
Insiden penganiayaan terjadi sekitar pukul 23.00 Selasa (17/11) lalu. Kala itu Waginem bersama dua rekannya dengan mengendarai dua sepeda motor pulang menuju ke rumahnya masing-masing usai menghadiri rapat pemenangan salah satu pasangan calon bupati – wakil bupati.
Sesampainya di simpang empat balai desa Panjangrejo, mereka berpapasan dengan mobil patroli. Bd ada di dalam mobil tersebut. “Kemudian ada cekcok di antara mereka,” terang salah satu pengurus DPC Bantul Pambudi Mulyo, kemarin (18/11).
Lalu, kata Pambudi, Bd menampar Waginem. Pambudi mengaku tidak mengetahui persis kronologi insiden tersebut.”Versi sang polisi, dia hanya nunjuk jidat bu Waginem dengan tangan,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan Waginem, Pambudi melanjutkan, sebelum insiden Bd sempat berulang kali menelpon Waginem. Hanya saja, perempuan tersebut tidak mengangkatnya lantaran masih mengikuti agenda pertemuan.
Di samping itu, ponsel perempuan asal Panjangrejo, Pundong ini berada di dalam tas.”Mungkin karena sakit hati. Bu Waginem sendiri kan juga janda karena suaminya meninggal,” tuturnya.
Anggota Komisi B ini menambahkan, dia bersama sejumlah pengurus partai baru datang ke lokasi kejadian setelah ditelpon Waginem. Dalam percakapan ditelpon itu, Waginem dengan mengangis bercerita kepalanya pusing akibat ditampar anggota polisi.”Kemudian kami bawa ke Puskesmas. Setelah itu, kami laporkan ke kepolisian,” tambahnya.
Saat dikonfirmasi, anggota Polsek Pundong mengakui ada insiden tersebut. Namun demikian, persoalan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan.”Sudah selesai. Nggak ada apa-apa,” ucap pimpinan Unit Reskrim Polsek Pundong ini.(zam/din/ong)