JOGJA – Pasar bebas ASEAN atau dikenal dengan MEA mulai berlaku bulan Desember mendatang. Tentu saja, ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Para pelaku UMKM dituntut bisa meningkatkan kualitas produknya, agar bisa bersaing dengan produk asal negara lain. Bentuk kepedulian pada UMKM di Jogjakarta, PT Jasa Raharja memberikan bantuan pinjaman pada puluhan pelaku UMKM. Bantuan tersebut untuk tambahan modal, supaya pelaku UMKM bisa meningkatkan usahanya.
“Bunga pinjaman modal sebesar 6 persen per tahun dengan jangka waktu tiga tahun,” kata Kepala PT Jasa Raharja DIJ I Ketut Suardika di sela-sela acara Diklat Mitra Binaan PKBL bertema Peningkatan Motivasi dan Jiwa Kewirausahaan di Hotel Grand Tjokro, kemarin (18/11).
Menurut Suardika, nilai pinjaman modal bervariasi. Mulai Rp 10 juta hingga Rp 25 juta. Pada 2015, dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang ada pada PT Jasa Raharja DIJ mencapai Rp 1,5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk peningkatan pelaku UMKM dan sarana dan prasarana umum. Seperti musala, masjid, sekolahan, jalan, jembatan, dan lainnya.
“Program Bina Lingkungan sifatnya hibah,” imbuh Suardika.
Hingga kini, pelaku UMKM yang menjadi mitra binaan PT Jasa Raharja DIJ sebanyak 139 kelompok. Di antara mereka ada yang usaha kerajinan bambu, toko bangunan, peternak ayam, petani ikan, usaha kuliner, toko klontong, dan lain-lain. Lima tahun terakhir, dana yang disalurkan PT Jasa Raharja pada pelaku UMKM mencapai Rp 2,7 miliar.
“Semoga UMKM yang diberikan pinjaman modal bisa berkembang, sehingga dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi,” harap Suardika.
Seorang peserta diklat, Drajat mengaku senang menjadi binaan PT Jasa Raharja. Pendampingan tersebut diharapkan meningkatkan usahanya yang bergerak dibidang jual beli bahan bangunan.
“Dana pinjaman ini akan kami gunakan untuk tambahan modal usaha,” kata Drajat.(mar/hes/ong)