GELARAN Junio JRBL 2015 Jogja Series telah lengkap dengan diumumkannya pemenang Journalist Competition (17/11). Bertempat di Keboen Radja Radar Jogja, peserta Journalist Competition berkumpul untuk mengetahui siapa pemenangnya.
Peraih 1st place Journalist Competition dari SMP Muallimin Jogja, Bilal Muhammad (penulis) dan Sulthan Farid Firdaus (fotografer) tak pernah absen melakukan liputan Junio JRBL 2015 Jogja Series.
Mereka berdua harus menggunakan angkutan umum Trans Jogja untuk sampai GOR UNY dari sekolahnya di bilangan Patangpuluhan. Keduanya selalu izin pada saat jam pelajaran ke-tujuh dan ke-delapan. Satpam sekolah sampai hapal jika mereka akan melakukan peliputan.
“Pas kami keluar gerbang satpamnya selalu kasih semangat dan pesen buat hati-hati di jalan,” terang Bilal.
Selesai liputan, mereka mengejar Trans Jogja untuk pulang. Dilanjutkan ke warnet dekat asrama untuk mengunggah berita dan foto. Harus selesai sebelum jam 22.00, sesuai jam malam asrama.
Satpam asrama juga hapal dengan keduanya yang selalu pulang larut. “Selalu ditanya pak satpam piye lombane le? Juara ora? (bagaimana lombanya? Juara enggak?)”
Masuk asrama, mereka tidak langsung istirahat, harus menyelesaikan tugas sekolah. “Kadang kecapekan sampe ketiduran,” terang Farid.
Tim dari SMPN 12, Galang Duta Alamsyah (fotografer) dan Haifa Aulia Jasmine (penulis) meraih predikat best spirit. Sebelum mengikuti ajang tersebut, keduanya bukan teman dekat.
Setelah mengikuti kompetisi, keduanya makin akrab dan mampu berkoordinasi menulis dan memotret Junio JRBL 2015 Jogja Series di GOR UNY. Haifa pernah berniat membuat judul tulisannya Pebasket Ngupil di Tengah Pertandingan. Judul itu menjadi perbincangan di sekolah mereka.
Setelah mendapat input dari teman-temannya Haifa dan Galang pasti berdiskusi sebelum mengupload hasil liputan mereka. Kerjasama solid tersebut membuahkan hasil mereka meraih predikat best spirit.
Posisi 2nd Place diraih tim jurnalis SMPN 1 Jogja. Terdiri dari Nugrahani Annisa N (penulis) dan Jihan Nur Afifah (fotografer). Tak main-main, keduanya jalan kaki dari sekolah ke GOR UNY untuk melakukan liputan usai sekolah. ‘’Sebelum liputan makan bareng sambil susun strategi” kata Jihan.
Sedangkan 3rd place diraih tim jurnalis SMPN 3 Jogja. Terdiri dari Azhar Ramadhan Iqbal Adhyaksa (fotografer) dan Hafidz Arief Norifumi Saputra (penulis).
Sebelum menulis dan memotret, keduanya memiliki kebiasaan yang patut ditiru. Mereka berdua membaca koran sebelum laga JRBL dimulai. “Biar ngerti bagaimana cara menulis yang baik,” kata Azhar.
Sedangkan best writer diraih Vincent Jovan siswa SMP Stella Duce 1 Jogja. Kompetisi tersebut dia ikuti sebagai latihan menulis. Eh, malah menang. “Aku suka berbagi lewat tulisan. Seneng kalo tulisan dibaca teman-teman,” kata Vincent.
Perasaan bahagia dirasakan siswa SMP Pangudi Luhur Jogja, Gilang Ignas Raharjo. Dia meraih presdikat best photographer.
“Aku punya target harus dateng tiap pertandingan. Tapi, sempet sehari absen. Itu yang bikin aku pesimistis juara,” cerita Gilang. (mey/rin/val/iwa)