AHMAD RIYADI/Radar Jogja
REAKTIF: Kepala Cabang PT Jasa Raharja DIJ I Ketut Suardika bersama Kepala RSPAU dr S. Hardjolukito, Marsekal Pertama TNI AU dr Benny H. Tumbelaka ketika membezuk korban tergelincirnya Batik Air, di RSPAU dr S. Hardjolukito, Jumat (6/11) malam.
JOGJA – PT Jasa Raharja tak ingin menghambat masyarakat yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum untuk mendapatkan santunan. Sebaliknya, PT Jasa Raharja akan selalu pro aktif ketika mendapatkan informasi adanya peristiwa kecelakaan.
Salah satu buktinya adalah langsung mendatangi korban tragedi pesawat Batik Air yang dirawat di RSPAU dr S. Hardjolukito, Jogja pada Jumat (6/11) lalu..
Kedatangan petugas Jasa Raharja tersebut untuk membantu korban, sekaligus rumah sakit bahwa korban angkutan umum seperti Batik Air mendapatkan jaminan dari PT Jasa Raharja. Jaminan yang dimaksud adalah mendapatkan biaya perawatan dari Jasa Raharja maksimal Rp 25 juta.
“Jasa Raharja akan mendata identitas korban sekaligus menerbitkan surat jaminan yang menyatakan bahwa selama perawatan di rumah sakit korban dijamin oleh Jasa Raharja senilai Rp 25 juta,” kata Kepala Cabang PT Jasa Raharja DIJ I Ketut Suardika, kemarin.
Tak hanya mengunjungi korban, PT Jasa Raharja juga berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura, Pemerintah Daerah, Rumah Sakit, kepolisian, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, semua maskapai di Indonesia, dan serta angkutan umum yang beroperasi di Indonesia.
Koordinasi sebagai wujud keseriusan adanya kerja sama dan tanggap terhadap musibah kecelakaan angkutan umum. Hal ini sebagai bentuk layanan Jasa Raharja kepada masyarakat supaya lebih mudah, cepat, dan tepat.
“Kalau ada kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum, baik itu angkutan darat, laut, maupun udara, segera laporkan ke kantor polisi terdekat, dan Jasa Raharja 1 X 24 jam. Kami akan langsung jemput bola membantu korban,” tambah Suardika.
Selain menjamin korban yang mengalami luka-luka, Jasa Raharja juga akan memberikan santunan kepada korban kecelakaan yang yang mengalami musibah meninggal dunia. Petugas Jasa Raharja akan langsung jemput bola ke rumah ahli waris korban untuk mengumpulkan dokumen persyaratan pencairan santunan. Untuk korban meninggal dunia laka angkutan udara nilai santunan Rp 50 juta sedangkan laka darat/laut Rp 25 juta.
“‪Pelayanan Jasa Raharja jemput bola untuk membantu memudahkan korban/ahli waris dalam mengurus santunan kecelakaan,” papar Suardika.
Kepala RSP AU dr S. Hardjolukito, Marsekal Pertama TNI AU dr Benny H. Tumbelaka mengapresiasi PT Jasa Raharja yang telah proaktif membantu korban pesawat Batik Air. Hal ini membuktikan Jasa Raharja memiliki komitmen yang besar melayani masyarakat.
“Keaktifan Jasa Raharja sangat membantu korban dan rumah sakit yang menangani korban kecelakaan,” terang Benny. (mar/jko/ong)