SLEMAN – Pemkab Sleman terancam kekurangan pegawai jika tahun depan pemerintah pusat tak memberi ruang lebih luas untuk rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sebab, per Januari – Juni 2016 akan terjadi pensiun masal, sebagian besar dari kalangan pendidik (guru). Kemarin (19/11), sebanyak 229 PNS bakal pensiun telah menerima surat keputusan. Kondisi itu menambah panjang deretan pegawai pensiun yang tercatat per 1 Agustus- 1 Desember 2015, yakni 129 pegawai.Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sleman Iswoyo Hadiwarno tak menampik kondisi tersebut. Diakuinya, jumlah PNS Sleman jauh dari ideal.
Hal itu telah diprediksi sejak pemerintah member-lakukan kebijakan moratorium rekrutmen CPNS sejak beberapa tahun lalu. Meskipun sempat ada kesempatan mem-buka lowongan pegawai, jumlah formasi yang disetujui pusat belum sesuai harapan. Dari sekitar 400-an formasi yang di-butuhkan, tak lebih 10 persennya yang disetujui. “Setiap tahun kami selalu mengajukan lowongan formasi ke pusat sesuai kebutuhan daerah. Tapi, keputu-sannya tergantung pusat,” papar Iswoyo.Guru kelas untuk sekolah dasar men-dominasi kekurangan pegawai. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah-raga Arif Haryono berupaya mencari siasat demi kelancaran proses belajar mengajar di SD. “Solusinya, guru kelas merangkap bidang studi,” katanya.
Pejabat Bupati sleman Gatot Saptadi menuturkan, pensiun merupakan suatu keharusan bagi setiap PNS. Menurutnya, setiap PNS yang bisa menyelesaikan tugas hingga pensiun secara normal termasuk kategori aparat negara yang beruntung. Alasannya, tidak sedikit pegawai yang terpaksa mengajukan pensiun dini ka-rena alasan tertentu. Terutama karena sakit.Bahkan, banyak juga PNS yang di-berhentikan dengan tidak hormat karena melakukan pelanggaran berat. “Pensiun normal layak bersyukur,” ujarnya usai menyerahkan surat keputusan pensiun di Pendopo Parasamya.
Gatot mengingatkan, pensiun bukanlah akhir dari suatu pengabdian seorang PNS. Baginya, itu justru merupakan wujud keberhasilan dalam melaksanakan amanah sebagai pamong praja.Gatot berpesan agar setiap pegawai purna tugas menjalani masa pensiun dengan perencanaan yang baik. “Itu dapat membantu mengatasi berbagai tantangan hidup di masa pensiun,” katanya. Gatot berharap, setiap pegawai setiap pegawai yang pensiun mengawali pengabdiannya untuk masyarakat dengan tetap produktif, baik dalam pemikiran maupun kegiatan. Tujuannya untuk membangun lingkungan masyarakat masing-masing.
Berbagai pengalaman selama bekerja sebagai PNS baik keberhasilan, prestasi maupun hambatan yang pernah di hadapi dapat menjadi modal untuk berkarya di tengah masyarakat. “Bahkan para pensiunan dapat fokus mengembangkan hobi tersebut sebagai sebuah usaha yang menjanjikan,” tutur Gatot. (yog/din/ong)