BANTUL – Tiga pekan menjelang pemu-ngutan suara Pilkada 2015, tim sukses pa-sangan Suharsono-Abdul Halim Muslih (Suharsono-Halim) mengklaim unggul atas lawan mereka pasangan Sri Surya Widati-Misbakhul Muni (Ida-Munir). Namun, dari hasil survei ini justru diketahui pemilih yang belum menunjukkan hak politiknya sangat tinggi, melebihi elektabi-litas kedua pasangan calon (paslon).Tim sukses Suharsono-Halim Bambang Gunawan menyebutkan, berdasarkan hasil survei pada pertengahan November elek-tabilitas pasangan Suharsono-Halim 34 persen. Elektabilitas pasangan Ida-Munir hanya 28 persen.
“Yang belum menentukan pilihan mencapai 38 persen,” sebut Bambang, kemarin (20/11).Kendati optimistis unggul, Bambang mengaku tidak mengetahui lembaga survei mana yang digandeng pasangan Suharsono-Halim. Bambang juga tidak mengetahui total responden dan margin error sampling.Informasi ini dia peroleh dari internal tim. Yang pasti, Bambang berkilah, masih ada ratusan ribu pemilih yang belum menentu-kan hak politiknya. Atas dasar itu, tim sukses akan fokus menggarap potensi ratusan ribu suara di sisa masa kampanye ini.
“Mayoritas anak muda yang belum menentukan hak pilihnya,” ungkapnya.Ketua DPC PDIP Bantul Aryunadi meng-hormati klaim pasangan Suharsono-Halim. Meskipun, Aryun, sapaan akrabnya, juga mempertanyakan tingkat akurasi hasil survei yang menempatkan pasangan Ida-Munir di peringkat kedua ini.”Itu (klaim) hak mereka. Tetapi tentunya ada tanggung jawab moral dan politik terkait hasil survei ini,” ucapnya.Tim sukses Ida-Munir, kata Aryun, juga rutin melakukan survei. Tak hanya lembaga independen, survei yang dilakukan untuk mengukur elektabilitas ini juga melibatkan internal tim sukses Ida-Munir hingga tingkat tempat pemungutan suara. Hasil dua survei ini sama-sama menunjukkan mayoritas warga Bantul masih mengharapkan kepemimpinan calon incumbent. “Ini hasil survei pada awal November atau ketiga yang sudah kami lakukan. Pada awal Desember kami lakukan lagi,” tandasnya. (zam/din/ong)