GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
ASET DAERAH: Tim sepak bola Sleman bersama pelatih dan ofisial merayakan kemenangan dan meraih medali emas Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII-2015 di Kulonprogo.
SLEMAN- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sleman membuktikan komitmennya untuk mendongkrak prestasi, sekaligus membentengi atlet bertalenta agar tak lompat pagar mendukung daerah lain. Untuk keperluan itu, KONI Sleman menyiapkan dana cukup besar khusus diberikan sebagai bonus PORDA XIII DIJ di Kulon-progo. Total bonus mencapai Rp 3,34 miliar. Tetapi, bonus ini tidak digelontorkan sekaligus. Tapi diberikan dua tahap. Tahap I di-cairkan Rp 2 miliar. Sisanya di-bayarkan awal 2016. “Khusus peraih medali emas berhak memperoleh reward Rp 8 juta,” ujar Ketua KONI Sleman Pramana kemarin (20/11).
PORDA XIII, kontingen Sleman berkekuatan 667 atlet dan196 ofi-sial. Mereka mengikuti 402 item pertandingan dari 407 nomor yang terdiri atas 35 cabang olah raga. Sleman meraih 125 medali emas, 105 perak, dan 129 perunggu. Hanya terpaut 1 medali emas dari juara umum, Kabupaten Bantul dengan 126 emas.”Selisih 1 medali emas ini sung-guh menyakitkan bagi kontingen Sleman, namun kenyataan itu akan menjadi pembelajaran bagi kami,” ungkap Pramana yang bertekat mengantarkan Sleman menjadi juara umum pada POR-DA selanjutnya.Pejabat Bupati Sleman Gatot Saptadi mengaku sangat apresiatif atas capaian kontingen Sleman, meski belum berhasil mencapai target juara umum. “Tetap harus bangga. Hasil yang diperoleh ini merupakan representasi dari kerja keras, dedikasi, sert usaha, para atlet serta pelatih dan ofisial,” katanya.
Gatot berharap, kekalahan pada PORDA XIII tak menjadi pematah semangat para atlet, mengingat tujuan dalam keikutsertaan even tersebut bukan sebatas menang atau kalah. Namun berjuang secara sportif. “Kemenangan bukanlah semata tujuan akhir dari sebuah kompetisi namun lebih kepada suatu proses memaknai arti keme-nangan dan prestasi,” paparnya.Gatot mengingatkan agar pe-ngalaman ini tidak perlu adanya saling menyalahkan antara sesama atlet, pelatih, maupun ofisial. Juga tidak perlu menuding kontingen lain sebagai penyebab kekalahan.(yog/din/ong)