GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
BERI APRESIASI: Ketua Dewan Pembina The Sukarno Center, Sukmawati Soekarnoputri (dua dari kiri), menyerahkan penghargaan kepada pelukis Kartika Affandi (dua dari kanan) dalam peluncuran The President Sukarno Heritage List 2015, di Bangsal Kepatihan, Jogjakarta, Jumat (20/11).
JOGJA – Pidato-pidato Presiden pertama RI Sukarno yang berapi- api dang menggelora, ternyata juga terinspirasi dari bangunan bersejarah, candi maupun tokoh yang ada di DIJ. Hal itu pula yang membuat Sukarno Center memberikan penghargaan The President Sukarno Heritage List pada 37 bangunan dan tokoh di DIJ di bangsal Kepatihan, kemarin (20/11)
Ketua Dewan Pembina Sukarno Center, Sukmawati Sukarno me-ngatakan, sebagai seorang Insi-nyur, pemikiran Sukarno tidak terlepas dari arsitektur bangunan yang ditemuinya. Menurut putri keempat Sukarno dari istri Fatma-wati tersebut, di setiap lokasi dan tokoh yang dikunjunginya, se lalu memberi inspirasi. “Termasuk candi-candi yang dikunjunginya, ia (Sukarno) sadar kemegahan candi di Jogja merefleksikan ke-megahan bangsa Indonesia di masa lalu,” ujar Sukmawati.
Sayangnya Sukma mengaku tidak hafal pidato Bung Karno mana saja yang terinspirasi dari candi di DIJ. Terdapat sekitar 23 candi dan situs di DIJ yang masuk menjadi President Sukarno Heritage List. Dari jumlah itu, beberapa di antaranya Candi Ratu Boko, Candi Ijo, hingga Situs Mangir. Juga terdapat bangunan berse-jarah yang masuk, seperti Ke-raton, Puro Pakualam, rumah persembunyian Bung Karno, kampus UGM dan UII. Untuk tokoh di DIJ, Bung Karno di-sebutnya sering berkunjung ke rumah maestro patung Edhi Sunarso dan museum Affandi. “Bung Karno sangat menga-gumi mahakarya yang dibuat pada zamannya,” ujarnya.
Kenangan terhadap sang pro-klamator juga diungkapkan putri maestro lukis Affandi, Kar-tika Affandi. Menurutnya, saat berkunjung, Bung Karno maupun Affandi biasa bertemu dalam situasi informal, seperti mengena-kan kaos oblong atau hanya me-makai sarung. Bung Karno juga memesan lukisan dari Affandi yang dibayar dengan mengangsur. Pertemuan Affandi dengan Bung Karno juga bisa menjadi inspi-rasi lukisan. “Pertemuan dengan siapa saja, bisa menginspirasi,” teran Kartika.President The Sukarno Center, Shri I Gusti Ngurah Arya Weda-karna Mahendradatta Weda-steraputre Suyasa III menargetkan pada 2020 mendatang seluruh heritage Sukarno di Indonesia sudah selesai didata.
Selain di DIJ, situs Heritage Sukarno juga ada di Bali, Aceh, Riau, Jawa Timur,Jawa Tengah dan Jawa Barat. Nantinya heritage list tersebut akan dibuat menjadi buku ensiklopedia Sukarno dan diterjemahkan dalam enam bahasa di dunia. “Kebesaran seorang Sukarno juga harus diketahui oleh dunia, karena punya jejak sejarah yang hebat,” ujar anggota DPD RI dari Bali tersebut.Sementara itu Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X dalam sambutanya yang dibacakan Asisten Sekprov Bi-dang Pemerintahan dan Kesra Sulistyo mengingatkan kem-bali tentang ajaran yang di gagas Bung Karno, yaitu Pancasila dan Trisakti. Menurut HB X, Pancasila dan Trisakti masih relevan diparaktikkan saat ini. (pra/jko/ong)